Cirebontrend.com – CIREBON – Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan keributan antara sejumlah oknum pengamen dengan pengunjung di kawasan kuliner Gunungsari Trade Centre (GTC), Pasar Gunungsari, Kota Cirebon.
Peristiwa tersebut memicu perhatian publik dan mendorong aparat kepolisian serta Satpol PP untuk turun melakukan pengecekan.
Video berdurasi sekitar 43 detik itu memperlihatkan adu mulut yang berujung aksi saling dorong di area kuliner.
Berdasarkan informasi yang beredar di media sosial, insiden diduga bermula saat sejumlah pengamen meminta uang kepada pengunjung yang sedang menunggu pesanan makanan.
Pengunjung disebut telah menolak secara sopan, namun penolakan tersebut diduga mendapat respons berupa ucapan bernada menghina hingga dugaan kekerasan verbal.
Situasi kemudian memanas dan memancing reaksi pengunjung lainnya hingga terjadi keributan.
Peristiwa tersebut menuai berbagai komentar dari warganet. Banyak yang menilai kejadian itu dapat mengurangi rasa aman masyarakat saat berkunjung ke kawasan kuliner sekaligus berpotensi berdampak pada citra destinasi kuliner dan pelaku usaha setempat.
Menanggapi video yang viral, Kasatreskrim Polres Cirebon Kota, AKP M. Fadillah, mengatakan pihaknya telah menerima informasi mengenai kejadian tersebut dan saat ini sedang melakukan pengecekan.
“Kami telah menerima informasi terkait video yang beredar dan sedang melakukan pengecekan. Polres Cirebon Kota berkomitmen menindak segala bentuk premanisme maupun tindakan yang meresahkan masyarakat. Kami mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila mengalami atau mengetahui kejadian serupa agar dapat segera ditindaklanjuti,” ujar Fadillah, Selasa 4 Agustus 2026.
Sementara itu, Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP Kota Cirebon, Muhammad Luthfy Iqbal, mengaku baru mengetahui adanya insiden tersebut setelah video beredar di media sosial.
“Nanti malam kita monitor ke lokasi,” katanya.
Luthfy menjelaskan, sepanjang tahun 2026 pihaknya baru menerima informasi mengenai dugaan kejadian seperti itu. Namun, pada beberapa tahun sebelumnya pernah terjadi kasus serupa di lokasi berbeda dan telah ditindaklanjuti.
Ia memastikan Satpol PP akan meningkatkan patroli dan pengawasan di kawasan publik, terutama lokasi yang ramai dikunjungi masyarakat pada malam hari.
“Ke depan patroli rutin yang setiap hari kami lakukan akan difokuskan pada permasalahan tersebut. Semoga ini menjadi kejadian terakhir dan tidak terulang kembali,” ungkapnya.
Viralnya insiden tersebut menjadi perhatian publik sekaligus pengingat pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban di ruang-ruang publik.
Masyarakat berharap kawasan kuliner di Kota Cirebon tetap menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi pengunjung, sementara aparat diminta bertindak tegas terhadap segala bentuk tindakan yang mengganggu ketertiban umum.












