Cirebontrend.com – CIREBON – Ketua Presidium Parlemen Bayangan Indonesia Pasti, Heru Subagia, mengumumkan pembentukan Presidium Parlemen Bayangan Indonesia Pasti sebagai wadah yang diklaim untuk mewakili aspirasi masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers pada Senin 3 Agustus 2026.
Dalam keterangannya, Heru menyatakan pembentukan presidium tersebut dilatarbelakangi oleh penilaiannya terhadap kondisi politik nasional, khususnya fungsi lembaga legislatif yang menurutnya tidak lagi menjalankan mandat rakyat secara optimal.
“Kami ingin mengawali apa yang kami sebut sebagai upaya merebut kembali mandat dan kedaulatan rakyat. Kami menilai fungsi kelembagaan parlemen yang terdiri atas DPR, DPD, dan MPR saat ini sudah tidak berjalan sebagaimana mestinya,” ujar Heru.
Ia mengatakan Presidium Parlemen Bayangan Indonesia Pasti akan membangun jaringan secara nasional dan berencana mendeklarasikan kepengurusan di berbagai daerah secara bertahap.
Dalam pernyataannya, Heru menyampaikan sejumlah sikap politik yang menjadi dasar pembentukan organisasi tersebut.
Di antaranya adalah mendorong perubahan mendasar terhadap sistem kelembagaan parlemen, mengajak masyarakat untuk kembali mengawal kedaulatan rakyat, serta melakukan kajian terhadap fungsi DPR dan DPD yang dinilai belum maksimal dalam menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran.
Menurut Heru, langkah-langkah teknis terkait gerakan tersebut masih akan dirumuskan bersama tim penyusun yang terdiri dari berbagai unsur masyarakat.
“Kami akan merumuskan konsep revitalisasi parlemen bersama akademisi, alumni perguruan tinggi, relawan, serta masyarakat umum. Rumusan itu nantinya akan kami publikasikan kepada masyarakat,” katanya.
Selain itu, Presidium Parlemen Bayangan Indonesia Pasti juga menyatakan akan menjalin komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk pimpinan DPR, MPR, hingga Presiden Prabowo Subianto, guna menyampaikan pandangan dan aspirasi yang mereka bawa.
Heru juga mengungkapkan bahwa organisasi yang dipimpinnya akan berkoordinasi dengan kelompok yang telah membentuk Kabinet Bayangan sebagai bagian dari gerakan yang mereka gagas.
Ia menambahkan, Presidium Parlemen Bayangan Indonesia Pasti mengklaim mendapat dukungan dari sejumlah kalangan, mulai dari akademisi, profesor, doktor, alumni perguruan tinggi, mantan pengurus partai politik, mantan calon anggota legislatif, relawan nasional, hingga masyarakat umum.
“Kami memahami bahwa fungsi parlemen saat ini membutuhkan pembenahan. Karena itu kami menilai parlemen bayangan perlu segera dibentuk dan dikembangkan hingga ke tingkat provinsi sebagai ruang aspirasi masyarakat,” ujarnya.
Heru menargetkan pembentukan struktur Presidium Parlemen Bayangan Indonesia Pasti di setiap provinsi sebagai bagian dari penguatan organisasi dan konsolidasi nasional.
Hingga pernyataan tersebut disampaikan, belum ada tanggapan resmi dari DPR RI, DPD RI, MPR RI maupun pemerintah terkait berbagai penilaian dan kritik yang disampaikan Presidium Parlemen Bayangan Indonesia Pasti.












