Cirebontrend.com – CIREBON – Fakultas Kedokteran Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon menggelar In-House Training bertajuk “Penulisan Artikel dan Strategi Publikasi Jurnal Pengabdian Masyarakat: Tricks, Tips, and Best Practice Bagi Dosen Kedokteran” sebagai upaya meningkatkan kompetensi dosen dalam menyusun karya ilmiah dan memperkuat budaya publikasi di lingkungan perguruan tinggi.
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-18 Fakultas Kedokteran UGJ tersebut diikuti sekitar 150 peserta secara luring dan daring dari 45 institusi fakultas kedokteran di Indonesia, baik perguruan tinggi swasta maupun negeri.
Dekan Fakultas Kedokteran UGJ Dr. dr. Catur Setiya Sulistiyana, mengatakan pelatihan tersebut bertujuan membekali para dosen, khususnya anggota Asosiasi Fakultas Kedokteran Swasta Indonesia (AFKSI) dan dosen FK UGJ, agar mampu menyusun artikel pengabdian kepada masyarakat sesuai standar jurnal ilmiah.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan bekal kepada dosen Fakultas Kedokteran agar menguasai teori dan teknik penulisan naskah pengabdian masyarakat, sehingga hasil kegiatan pengabdian dapat dipublikasikan di jurnal ilmiah yang berkualitas,” ujarnya.
Selain menyasar para dosen, pelatihan tersebut juga diikuti oleh 14 pengelola jurnal dari berbagai fakultas kedokteran anggota AFKSI. Menurutnya, peningkatan kapasitas pengelola jurnal menjadi bagian penting untuk memperkuat kualitas publikasi ilmiah di Indonesia.
“Kami ingin para pengelola jurnal memahami standar mutu naskah, mulai dari proses penyaringan artikel, penyuntingan bahasa, hingga finalisasi naskah sebelum diterbitkan. Dengan demikian kualitas jurnal pengabdian masyarakat dapat terus meningkat,” katanya.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat jejaring nasional antar fakultas kedokteran melalui kerja sama antara FK UGJ dan AFKSI, sekaligus mendorong peningkatan atmosfer publikasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Awalnya pelatihan diperuntukkan bagi dosen Fakultas Kedokteran Swasta yang tergabung dalam AFKSI dan dosen FK UGJ. Namun tingginya antusiasme membuat kegiatan ini juga diikuti dosen dari berbagai Fakultas Kedokteran Negeri.
“Peserta yang hadir mencapai sekitar 150 orang dari 45 institusi. Ini menunjukkan bahwa pelatihan seperti ini memang sangat dibutuhkan oleh institusi pendidikan kedokteran, baik swasta maupun negeri,” ungkapnya.
Menurut Dekan FK UGJ, salah satu tantangan yang masih dihadapi adalah terbatasnya jumlah jurnal pengabdian masyarakat yang dimiliki fakultas kedokteran di Indonesia.
Sebagian besar jurnal pengabdian masih dikelola di tingkat universitas, sementara jurnal khusus fakultas kedokteran masih relatif sedikit dan banyak yang masih dalam tahap pengembangan menuju akreditasi.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi penyemangat bagi fakultas kedokteran, khususnya swasta, untuk terus meningkatkan kualitas jurnal hingga terakreditasi dan mampu menjadi media publikasi ilmiah yang kredibel,” jelasnya.
Pelatihan tersebut menghadirkan empat narasumber berpengalaman, yakni Dr. dr. Rahmat Faisal Syamsu dari Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (UMI), Dr. Ir. Dwi Purnomo dari Universitas Padjadjaran, Prof. Dr. Ir. Yusri Sapsuha sebagai reviewer nasional, serta Prof. Dr. Setiani, M.Pd., yang juga merupakan pengelola jurnal di UGJ.
Berbeda dengan pelatihan penulisan ilmiah pada umumnya, peserta tidak hanya memperoleh materi teori, tetapi juga mendapatkan pendampingan langsung melalui proses telaah dan koreksi naskah oleh para narasumber yang merupakan asesor dan reviewer jurnal berpengalaman.
“Peserta mendapatkan masukan secara nyata terhadap artikel yang mereka susun, sehingga peluang untuk dipublikasikan di jurnal pengabdian masyarakat yang terakreditasi menjadi lebih besar,” katanya.
Ke depan, FK UGJ berkomitmen menjadikan kegiatan serupa sebagai agenda rutin setiap peringatan Dies Natalis fakultas. Melalui pelatihan tersebut, FK UGJ berharap budaya menulis dan publikasi ilmiah di kalangan dosen terus berkembang sehingga hasil penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat dapat memberikan kontribusi lebih luas bagi dunia akademik dan masyarakat.












