Cirebontrend.com – CIREBON – PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon mengadakan kegiatan edukatif di Stasiun Cirebon untuk memperkenalkan dunia perkeretaapian kepada masyarakat, terutama kalangan generasi muda.
Program ini berlangsung selama dua hari, yakni Sabtu (4/4) dan Minggu (5/4), dengan melibatkan puluhan peserta dari berbagai komunitas.
Pada hari pertama, kegiatan diikuti oleh 30 anggota Komunitas Railfans Cimahi, sementara pada hari kedua dihadiri 20 peserta dari Komunitas Cirebon History.
Para peserta mendapatkan kesempatan untuk belajar langsung mengenai berbagai aspek perkeretaapian.
Manager Humas Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memberikan pemahaman yang lebih luas tentang kereta api, mulai dari sejarah hingga operasionalnya.
Ia menekankan pentingnya edukasi ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan di lingkungan perkeretaapian.
“Selama kegiatan berlangsung, peserta dibekali materi terkait sejarah Stasiun Cirebon, pengenalan fasilitas, hingga panduan pembelian tiket melalui aplikasi Access by KAI maupun secara langsung di loket,” jelasnya.
Selain itu, mereka juga mendapatkan penjelasan mengenai prosedur perjalanan kereta api yang sesuai standar, termasuk larangan berada di area berbahaya seperti jalur rel dan peron.
Tak hanya teori, peserta juga diajak melihat langsung aktivitas di depo lokomotif dan depo kereta.
“Mereka dapat menyaksikan proses perawatan sarana perkeretaapian secara nyata, yang menjadi pengalaman menarik sekaligus edukatif,” ujarnya.
Antusiasme tinggi terlihat dari para peserta yang merasa mendapatkan wawasan baru melalui metode pembelajaran langsung di lapangan.
Muhibbuddin berharap kegiatan seperti ini dapat menumbuhkan minat generasi muda terhadap transportasi kereta api sekaligus mendorong mereka untuk menyebarkan pengetahuan tersebut kepada masyarakat luas.
“Ke depannya, KAI Daop 3 Cirebon berencana untuk terus menggelar program serupa secara rutin dengan melibatkan lebih banyak komunitas, sekolah, dan lembaga lainnya agar edukasi perkeretaapian dapat menjangkau lebih banyak kalangan,” pungkasnya.












