Cirebontrend.com – CIREBON – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon melaporkan bahwa kondisi sektor jasa keuangan di wilayah Ciayumajakuning tetap stabil sepanjang Triwulan I 2026. Stabilitas tersebut ditopang oleh pertumbuhan kredit, peningkatan aset perbankan, serta bertambahnya jumlah investor pasar modal di daerah.
Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib menyebutkan bahwa capaian ini tidak terlepas dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat literasi dan inklusi keuangan di tengah masyarakat.
“Stabilitas sektor jasa keuangan di Ciayumajakuning menunjukkan tren positif, didukung oleh peningkatan akses layanan keuangan dan pemahaman masyarakat terhadap produk keuangan formal,” ujarnya, Selasa 28 April 2026.
Sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, OJK Cirebon telah menggelar 59 kegiatan edukasi keuangan yang menjangkau lebih dari 7.300 peserta di berbagai daerah seperti Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Indramayu, Kuningan, dan Majalengka.
Kegiatan ini mencakup edukasi keuangan konvensional maupun syariah dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Selain itu, program tematik seperti Gebyar Ramadan Keuangan Syariah turut memperluas jangkauan literasi, termasuk mendorong pembukaan ratusan rekening tabungan haji selama periode Ramadan.
Dalam upaya memperluas akses keuangan berbasis komunitas, OJK juga mempercepat pengembangan Desa Ekosistem Keuangan Inklusif (Desa EKI) di sejumlah wilayah strategis. Program ini menyasar sektor unggulan seperti pariwisata dan perikanan guna mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
“Melalui Desa EKI, kami menghadirkan pendekatan terpadu yang tidak hanya meningkatkan pemahaman keuangan, tetapi juga membuka akses pembiayaan bagi masyarakat produktif,” jelas perwakilan OJK.
Salah satu fokus pengembangan berada di kawasan wisata Situ Cipanten di Majalengka serta Kampung Nelayan Merah Putih di Kabupaten Cirebon yang dinilai memiliki potensi ekonomi tinggi.
Di sisi lain, OJK Cirebon juga mendukung program pemerintah dalam pengentasan kemiskinan ekstrem melalui edukasi keuangan di Desa Paninggaran. Upaya ini dilengkapi dengan program sosial berupa penyaluran buku layak pakai bagi pelajar setempat.
Menutup pernyataannya, OJK Cirebon menegaskan komitmennya untuk menjaga tata kelola yang bersih dan transparan, termasuk melalui penerapan program pengendalian gratifikasi di lingkungan kerja.
“Integritas menjadi fondasi utama kami dalam menjaga kepercayaan publik dan memastikan sektor jasa keuangan tetap tumbuh secara berkelanjutan,” tegasnya.












