Tim Hukum Ahmad Bahar Soroti Dugaan Penyekapan Putrinya

Cirebontrend.com – CIREBON – Tim kuasa hukum Ahmad Bahar mulai mengambil langkah hukum terkait konflik yang melibatkan Bahar dengan Ketua Umum GRIB Jaya, Hercules. Langkah tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Cirebon, Minggu 24 Mei 2026.

Heru Subagia selaku penerima kuasa Ahmad Bahar menjelaskan dirinya telah menerima mandat resmi untuk mendampingi persoalan keluarga Bahar, termasuk perkara yang menyangkut putrinya, Ilmasani Fitriana.

“Saya mendapat surat kuasa langsung dari Mas Bahar untuk mendampingi persoalan keluarga, sekaligus menjadi juru bicara dalam komunikasi kepada media,” ujar Heru kepada wartawan.

Menurut Heru, pendampingan hukum saat ini melibatkan tim advokat dari LPH Muhammadiyah serta dukungan sejumlah organisasi kemasyarakatan Islam. Pihaknya juga telah melaporkan persoalan tersebut ke Komnas HAM dan Komnas Perempuan guna menempuh penyelesaian melalui jalur hukum.

“Kami ingin masalah ini diselesaikan secara hukum, bukan dengan kekuatan otot ataupun perang opini di media,” katanya.

Selain itu, tim kuasa hukum Ahmad Bahar telah membuat laporan resmi ke Polda Metro Jaya pada Jumat (22/5/2026). Heru mengaku mengapresiasi respons cepat aparat kepolisian dalam menerima laporan tersebut.

“Kami cukup senang karena laporan kami direspons secara agresif dan profesional,” ucapnya.

Dalam keterangannya, Heru menyoroti dugaan penyekapan terhadap putri Ahmad Bahar yang disebut dibawa ke markas GRIB tanpa persetujuan keluarga maupun dasar administratif yang jelas.

“Tidak ada surat resmi ataupun legal standing yang jelas ketika anak Mas Bahar dibawa ke markas GRIB,” tegasnya.

Pihak Ahmad Bahar juga melaporkan dugaan pembajakan nomor telepon seluler milik Bahar dan putrinya. Dugaan tersebut disebut berkaitan dengan beredarnya sejumlah konten yang dinilai memicu kesalahpahaman di ruang publik.

Sementara itu, Ahmad Bahar mengaku putrinya mengalami tekanan psikologis setelah berada di markas GRIB. Ia menyebut anaknya mendapatkan intimidasi verbal selama berada di lokasi tersebut.

“Anak saya perempuan sendirian di sana dan mengalami tekanan secara psikologis. Bahkan ada ucapan yang menurut kami sangat melukai,” kata Bahar.

Bahar membantah tudingan yang menyebut pihak keluarga Hercules menjadi korban dalam perkara tersebut. Menurutnya, justru keluarganya yang mengalami tekanan dan trauma akibat konflik yang terjadi.

Ia berharap seluruh persoalan dapat diproses secara objektif melalui jalur hukum tanpa adanya intimidasi maupun tekanan dari pihak manapun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *