Cirebontrend.com – CIREBON – Fakultas Kedokteran Universitas Gunung Jati (FKUGJ) kembali menunjukkan kiprahnya di tingkat internasional melalui pelepasan dua mahasiswa asal Belanda dari Radboud University yang telah menyelesaikan program magang dan pembelajaran di bidang tropical medicine selama dua setengah bulan di Cirebon.
Program ini merupakan bagian dari kerja sama internasional antara FKUGJ dengan Radboud University Belanda yang telah berjalan sejak tahun 2024. Kedatangan dua mahasiswa tersebut menjadi bagian dari batch ke-7 dalam program student exchange dan kolaborasi akademik kedua institusi.
Rektor Universitas Swadaya Gunung Jati, Achmad Faqih menyampaikan rasa bangga atas capaian Fakultas Kedokteran yang dinilai semakin aktif membangun jejaring global dengan berbagai universitas dunia.
“Kerja sama ini merupakan suatu prestasi dan keberkahan bagi UGJ, khususnya Fakultas Kedokteran, karena telah berkiprah dalam meningkatkan kinerja dan kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi di dunia,” ujarnya, Selasa 19 Mei 2026.
Selama berada di FKUGJ, kedua mahasiswa Belanda tersebut mempelajari berbagai kasus kesehatan tropis yang berkembang di Indonesia, khususnya di wilayah Cirebon dan sekitarnya.
Menurut pihak kampus, pengalaman tersebut menjadi sarana pembelajaran penting bagi mahasiswa asing dalam memahami penanganan penyakit tropis secara langsung.
Rektor juga menambahkan bahwa kerja sama internasional UGJ tidak hanya terjalin dengan Belanda, tetapi juga dengan sejumlah perguruan tinggi di Perancis, Thailand, dan China.
“Dengan adanya kerja sama ini, mudah-mudahan mahasiswa dan dosen kami dapat terus berkolaborasi dalam berbagai aktivitas di bidang kesehatan dan kedokteran,” tambahnya.
Sementara itu, Dekan FKUGJ Catur Setia Sulistiana, menjelaskan bahwa sejak dimulainya program pada tahun 2024, tercatat sekitar 34 mahasiswa asal Belanda telah mengikuti program pembelajaran dan magang di FKUGJ melalui tujuh batch pertukaran mahasiswa.
“Dalam tujuh batch ini, rata-rata kami menerima dua mahasiswa dari Red Bull University untuk belajar di Cirebon,” jelas Dekan FKUGJ.
FKUGJ juga berencana memperluas program pertukaran secara timbal balik dengan mengirim mahasiswa profesi untuk belajar langsung di Radboud University Belanda.
Selain program dengan Belanda, FKUGJ juga aktif menjalankan kerja sama internasional lainnya, termasuk dengan University of Poitiers di Perancis melalui program Erasmus+ Mobility serta Mahidol University Thailand dalam bidang genetika.
“Ke depan, kami tidak hanya menerima mahasiswa asing, tetapi juga mengirim mahasiswa FKUGJ untuk belajar di luar negeri sebagai bagian dari penguatan kualitas pendidikan dan pengalaman internasional,” ungkapnya.
Program internasional ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan kedokteran FKUGJ sekaligus memperkuat posisi universitas dalam jejaring pendidikan global.
Ditempat yang sama, Dua mahasiswa asal Belanda selama berada di UGJ, Bin Yan Liem dan Susanna Bijsterboch menemukan banyak kasus penyakit tropis yang tidak pernah ditemui di negara asalnya.
Keduanya mengikuti program magang dan pembelajaran kedokteran di Fakultas Kedokteran UGJ selama dua bulan setengah.
Salah satu mahasiswa asal Belanda, Bin mengatakan, pengalaman belajar di Cirebon menjadi hal yang sangat berkesan baginya.
“Di sini ada banyak tropical disease atau penyakit tropis yang tidak ada di Belanda. Ini pertama kali kami melihat penyakit itu di sini,” ujar Bin saat diwawancarai media.












