Dugaan Korupsi Rp39 Miliar, Dirut Perumdam TDA Diperiksa Kejari Indramayu Selama 7 Jam

Direktur Utama Perumdam Tirta Darma Ayu (TDA) Indramayu, Nurpan saat memberikan keterangan terkait dirinya dipanggil Kejari Indramayu sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi belanja rutin. (30/7/2026)

‎Cirebontrend.com – INDRAMAYU – Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Indramayu memeriksa Direktur Utama Perumdam Tirta Darma Ayu (TDA) Indramayu, Nurpan, sebagai saksi terkait dugaan tindak pidana korupsi belanja rutin anggaran tahun 2025 senilai Rp39 miliar.
‎
‎Nurpan menjalani pemeriksaan maraton selama tujuh jam, terhitung mulai pukul 09.00 WIB hingga 16.00 WIB, Kamis 30 Juli 2026.
‎
‎Selain Dirut, penyidik Kejari Indramayu juga memeriksa dua pejabat lainnya, yakni Manajer Produksi Perumdam TDA Supriyadi serta Mantan Manajer Umum Perumdam TDA Sopandi.
‎
‎Dugaan kasus penggelembungan harga (mark up) pada anggaran belanja rutin senilai Rp39 miliar tersebut mencakup pengadaan water meter, pipa, aksesoris, serta bahan-bahan kimia.
‎
‎Saat dikonfirmasi, Dirut Perumdam TDA Indramayu, Nurpan, membenarkan pemeriksaan dirinya oleh pihak kejaksaan mengenai tugas pokok, kewenangan, serta kegiatan operasional sebelum ia menjabat.
‎
‎”Betul saya diperiksa sebagai saksi terkait dengan tugas pokok sebagai Dirut Perumdam Tirta Darma Ayu. Termasuk kewenangan dan kegiatan sebelumnya,” ujar Nurpan.
‎
‎Nurpan mengungkapkan bahwa dirinya cecar 21 pertanyaan selama tujuh jam oleh dua orang jaksa penyidik Kejaksaan Negeri Kabupaten Indramayu.
‎
‎Ia menegaskan, kegiatan belanja rutin yang dipermasalahkan tersebut terjadi pada periode Juni hingga Oktober 2025, sebelum dirinya resmi menjabat.
‎
‎”Kegiatan itu dilakukan bulan Juni sampai dengan Oktober 2025, sebelum saya masuk ke Perumdam TDA Indramayu, karena saya masuk dari bulan Oktober akhir,” jelasnya.
‎
‎Kasus ini berawal dari aduan masyarakat mengenai dugaan penyimpangan anggaran belanja di perusahaan daerah milik Pemkab Indramayu tersebut.
‎
‎Pihak Kejaksaan Negeri Indramayu dipastikan akan terus mendalami penyidikan dan tidak menutup kemungkinan bakal memanggil sejumlah pejabat Perumdam TDA lainnya secara bertahap.
‎

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *