Berita  

Perkuat Hilirisasi, Pemkab Kuningan Genjot Produksi Jagung Pakan untuk Stabilitas Peternakan

Diskatan Kuningan saat panen jagung pakan di lahan BUMDes Nanjung Holtikultura, Desa Geresik, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan. (27/2/2026) Foto : Dok. Humas Diskatan Kuningan

Cirebontrend.com – KUNINGAN – Pemerintah Kabupaten Kuningan terus memperkuat hilirisasi sektor pertanian dengan menjadikan jagung pakan sebagai komoditas strategis.

‎Langkah ini diambil untuk menjamin stabilitas pasokan bahan baku pakan ternak sekaligus mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah.

‎Komitmen tersebut ditegaskan melalui aksi panen jagung pakan di lahan BUMDes Nanjung Holtikultura, Desa Geresik, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan. Sabtu (27/2).

‎Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si.
‎Capaian Produksi yang Signifikan
‎Berdasarkan data Diskatan Kabupaten Kuningan, sektor jagung menunjukkan tren positif.

‎Pada tahun 2025, luas tanam mencapai 3.189 hektare dengan total produksi sebesar 17.556 ton dan produktivitas rata-rata 57,83 kuintal per hektare.
‎Tren keberlanjutan ini berlanjut di awal tahun 2026.

‎Pada periode Januari–Februari, produksi telah mencapai 8.015 ton dari luas panen 1.489 hektare. Capaian ini menjadi fondasi kuat bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan target produksi sepanjang tahun 2026.

‎Kepala Diskatan Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, menekankan bahwa jagung pakan memiliki posisi vital dalam ekosistem pangan, terutama sebagai komponen utama pakan unggas dan ruminansia.

‎”Jagung pakan bukan sekadar komoditas pertanian, tetapi bagian dari rantai ketahanan pangan. Ketika pasokan jagung stabil, industri peternakan lebih kuat dan harga produk protein hewani di masyarakat lebih terkendali,” ujar Wahyu melalui keterangan tertulis yang diterima CirebonTrend. Selasa (3/3/2026).

‎Ia menambahkan, pengembangan jagung di tingkat desa adalah bentuk nyata strategi hilirisasi yang mengintegrasikan subsektor tanaman pangan dengan peternakan. Sinergi ini diharapkan menciptakan kemandirian pangan daerah dari hulu hingga ke hilir.

‎Peran BUMDes dan Kolaborasi Desa
‎Keberhasilan panen di Desa Geresik juga menyoroti peran strategis Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

‎Kepala Desa Geresik, Farman (Ipong), menyatakan bahwa pendampingan teknis yang berkelanjutan menjadi kunci meningkatnya optimisme dan hasil produksi petani.

‎“Pendampingan berkelanjutan membuat petani lebih optimistis. Kolaborasi ini meningkatkan produktivitas sekaligus membuka peluang usaha berbasis desa,” kata Farman.

‎Menghadapi tantangan perubahan iklim dan fluktuasi harga, Pemkab Kuningan berkomitmen untuk terus memperluas area pengembangan jagung pakan. Wahyu menegaskan bahwa pertanian tidak boleh berhenti karena merupakan fondasi utama ketersediaan pangan bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *