Cirebontrend.id – CIREBON – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon resmi menggelar Pelatihan Kerja dalam rangka Program Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja Tahun Anggaran 2025.
Acara ini dilaksanakan di Aula UPTD BLK Plumbon, Selasa (16/9/2025), dengan pendanaan bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT).
Langkah ini menjadi bagian dari strategi Pemkab dalam menekan tingkat pengangguran dan mendorong peningkatan kompetensi angkatan kerja, sejalan dengan visi pembangunan daerah yang berbasis pada penguatan sumber daya manusia.
Bupati Cirebon, Imron, yang hadir langsung dalam pembukaan pelatihan, menegaskan pentingnya program pelatihan kerja sebagai wujud nyata pembangunan sektor ketenagakerjaan.
“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat Kabupaten Cirebon memiliki akses terhadap pelatihan yang relevan dan mendukung mereka untuk bersaing di dunia kerja,” ujar Imron dalam sambutannya.
Ia juga memaparkan perkembangan positif yang dicapai daerahnya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Kabupaten Cirebon terus meningkat, dari 63,79 persen pada tahun 2020 menjadi 66,16 persen di 2023. Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menurun tajam dari 11,52 persen menjadi 7,65 persen pada periode yang sama.
“Capaian ini menunjukkan bahwa kebijakan kami yang menitikberatkan pada peningkatan keterampilan telah berada di jalur yang benar,” imbuh Imron.
Di akhir acara, dilakukan penyerahan simbolis Sertifikat Izin Operator (SIO) forklift kepada peserta yang telah lulus uji kompetensi.
Imron pun berpesan agar para peserta serius mengikuti pelatihan dan memanfaatkannya sebagai peluang untuk memperbaiki masa depan.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Cirebon, Novi Hendrianto, melaporkan bahwa hingga September 2025, sebanyak 656 warga telah mengikuti pelatihan melalui program ini, mencakup 41 paket pelatihan dari 13 subkejuruan.
“Untuk pembukaan hari ini, terdapat 160 peserta dari 14 paket pelatihan dan 7 subkejuruan, berasal dari berbagai kecamatan seperti Plered, Weru, Ciwaringin, Gegesik, dan Lemahabang,” jelas Novi.
Menurutnya, pelatihan ini merupakan bentuk konkret dukungan Pemkab terhadap peningkatan kualitas tenaga kerja lokal dan upaya pengurangan pengangguran secara berkelanjutan.
“Kami berharap pelatihan ini menjadi pintu pembuka bagi peserta untuk memasuki dunia kerja, bahkan menciptakan lapangan kerja baru,” tutupnya.












