Cirebontrend.com – CIREBON – Bupati Cirebon, Imron, menegaskan arah kebijakan pembangunan daerah 2026 harus selaras dengan program prioritas nasional, terutama pada sektor pangan, energi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Penegasan tersebut disampaikan dalam rapat dinas bersama seluruh kepala perangkat daerah di Ruang Paseban Setda Kabupaten Cirebon, Rabu 11Februari 2026.
Dalam arahannya, Imron meminta setiap organisasi perangkat daerah bekerja dengan orientasi hasil yang terukur.
“Program tidak boleh berhenti pada laporan administrasi. Harus ada dampak nyata yang dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Di sektor pangan, Imron menempatkan ketahanan dan swasembada sebagai fokus utama. Ia meminta perangkat daerah terkait memperkuat produksi komoditas strategis, memperbaiki sistem distribusi, serta menjaga stabilitas harga agar tetap terjangkau.
Menurutnya, ketersediaan pangan yang cukup dan aman menjadi fondasi penting bagi stabilitas ekonomi dan sosial daerah.
Cadangan pangan daerah juga harus diperkuat sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi gejolak harga maupun gangguan pasokan.
Selain itu, Pemkab Cirebon juga diarahkan untuk mulai membangun kemandirian energi berbasis potensi lokal.
Imron mendorong penyusunan peta jalan (roadmap) energi daerah yang realistis, termasuk percepatan pengembangan energi baru dan terbarukan guna mengurangi ketergantungan pasokan dari luar wilayah.
Pada aspek pembangunan manusia, Imron memberi perhatian khusus pada pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia menekankan pentingnya standar gizi dan keamanan pangan dalam pelaksanaan program tersebut agar benar-benar berkontribusi terhadap penurunan angka stunting dan peningkatan konsentrasi belajar siswa.
Layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) juga diminta diperluas hingga tingkat desa dengan pendekatan promotif dan preventif.
Deteksi dini penyakit, kata dia, harus menjadi prioritas agar beban pembiayaan kesehatan dapat ditekan sejak awal.
Di bidang pendidikan, Pemkab Cirebon didorong memperluas akses Sekolah Rakyat bagi keluarga kurang mampu.
Digitalisasi sekolah pun dipercepat melalui penyediaan infrastruktur teknologi dan peningkatan kapasitas tenaga pendidik.
“Tidak boleh ada anak yang tertinggal hanya karena faktor ekonomi atau keterbatasan akses teknologi,” ujar Imron.
Sementara itu, dalam penguatan ekonomi kerakyatan, ia meminta Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dioptimalkan sebagai pusat aktivitas ekonomi warga.
Pembinaan manajemen, akses permodalan, hingga perluasan pemasaran dinilai menjadi kunci agar koperasi mampu menjadi penggerak ekonomi lokal.
Imron juga menekankan pentingnya hilirisasi produk unggulan daerah dan percepatan kemudahan investasi guna membuka lapangan kerja baru serta menekan angka kemiskinan di Kabupaten Cirebon.












