Berita  

21 Korban Tewas Ditemukan, Pencarian Longsor Gunung Kuda Masih Berlanjut

Meditrend.id – CIREBON Hingga Senin sore, 2 Juni 2024, total 21 jenazah telah berhasil dievakuasi oleh tim gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD, dan relawan dalam tragedi longsor di area tambang Gunung Kuda, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Dua jenazah terakhir ditemukan pada hari keempat pencarian, tepatnya di sektor barat, yang menjadi titik utama longsoran. Hal ini disampaikan oleh Komandan Kodim 0620/Kabupaten Cirebon, Letkol Inf Mukhammad Yusron.

Salah satu korban diketahui bernama Sudiono, sedangkan identitas jenazah lainnya masih dalam proses pengenalan oleh tim Inafis dan DVI dari Polda Jawa Barat.

“Pencarian melibatkan banyak pihak, mulai dari TNI-Polri, Basarnas, BPBD, operator tambang, hingga Inspektur Tambang,” jelas Yusron.

Pencarian Tertunda Karena Pergeseran Tanah

Proses evakuasi sempat dihentikan sementara setelah alat monitoring mendeteksi pergeseran tanah mencapai 5 cm di lereng barat—melebihi batas aman 3 cm.

“Gerakan tanah ini terlihat juga secara visual, sehingga kami memilih menunda aktivitas demi keselamatan personel di lapangan,” tambah Yusron.

Sektor Barat Jadi Titik Konsentrasi

Temuan barang-barang milik korban seperti botol minuman, wadah makanan, sepatu, hingga aroma menyengat di sektor barat memperkuat dugaan bahwa masih ada korban tertimbun di lokasi tersebut.

“Indikasi ini cukup kuat, sehingga penggalian akan kembali difokuskan di area itu,” ujar Yusron.

Diperkirakan masih ada empat orang lagi yang tertimbun di bawah batuan besar dan material tambang.

Sulitnya Identifikasi Jenazah

Identifikasi korban menjadi tantangan tersendiri seiring rusaknya kondisi jenazah. Sejak hari ketiga, banyak sidik jari yang tidak bisa digunakan lagi. Tim forensik kini mengandalkan data gigi, sisa sidik jari yang ada, serta barang pribadi korban.

“Kami terus mengupayakan identifikasi semaksimal mungkin,” tutur Yusron.

Pencarian akan kembali dilanjutkan keesokan harinya, dengan harapan kondisi tanah kembali stabil dan cuaca mendukung proses evakuasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *