OJK Cirebon Dorong Desa Jagara Jadi Motor Ekonomi Baru Kuningan Lewat Ekosistem Keuangan Inklusif

Cirebontrend.com – KUNINGAN – Potensi wisata dan perikanan Desa Jagara, Kabupaten Kuningan, didorong untuk berkembang menjadi penggerak ekonomi masyarakat melalui penguatan ekosistem keuangan inklusif. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon mengembangkan Jagara sebagai Desa Ekosistem Keuangan Inklusif (Desa EKI).

Pengembangan Desa EKI tersebut tidak hanya diarahkan pada peningkatan literasi dan akses masyarakat terhadap produk serta layanan jasa keuangan. OJK juga mendorong agar akses keuangan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mengembangkan usaha produktif sesuai potensi ekonomi desa.

Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib mengatakan, keberadaan Desa EKI harus memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung masyarakat.

“Desa EKI bukan hanya tentang masyarakat memiliki akses terhadap layanan keuangan. Yang lebih penting adalah bagaimana akses tersebut bisa digunakan untuk kegiatan produktif. Karena itu, potensi yang ada di Jagara harus kita dorong bersama, mulai dari pariwisata, perikanan, UMKM sampai dengan penguatan akses kepada seluruh produk dan layanan jasa keuangan,” ujar Agus.

Desa Jagara sendiri memiliki sejumlah potensi ekonomi, terutama sektor pariwisata dan perikanan. Namun, potensi tersebut masih membutuhkan pengembangan secara terintegrasi, termasuk melalui penguatan UMKM, pemasaran produk lokal, akses pembiayaan, hingga promosi.

Kepala Desa Jagara Umar Hidayat mengapresiasi langkah OJK Cirebon yang mendorong desanya menjadi bagian dari pengembangan Desa EKI.

Menurut Umar, program tersebut menjadi peluang bagi pemerintah desa dan masyarakat untuk mengembangkan potensi yang selama ini dimiliki Jagara.

“Bagi kami, ini merupakan kesempatan yang sangat baik untuk mengembangkan Jagara. Kami memiliki potensi yang ingin terus kami kembangkan, baik dari sisi pariwisata maupun usaha masyarakat. Dengan adanya kolaborasi bersama OJK, kami berharap potensi tersebut dapat semakin berkembang dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Umar.

Ia menegaskan, pengembangan potensi desa membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah desa tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan pemerintah daerah, OJK, industri jasa keuangan, pelaku usaha, masyarakat hingga media.

“Kami menyadari bahwa untuk mengembangkan desa tidak bisa dilakukan sendiri. Karena itu, kami sangat terbuka dengan kolaborasi. Termasuk dengan teman-teman media yang hari ini hadir. Kami berharap potensi Jagara bisa lebih dikenal, sehingga semakin banyak masyarakat yang datang dan semakin banyak peluang ekonomi yang terbuka bagi warga kami,” katanya.

Sektor pariwisata menjadi salah satu fokus yang ingin dikembangkan. Peningkatan kunjungan wisatawan diharapkan tidak hanya berdampak pada destinasi wisata, tetapi juga menggerakkan berbagai aktivitas ekonomi masyarakat.

Wisatawan yang datang diharapkan turut memberikan dampak kepada pelaku UMKM, usaha kuliner, perdagangan, jasa transportasi, penjualan produk lokal, hingga berbagai usaha pendukung lainnya.

Hal serupa juga berlaku untuk sektor perikanan. OJK mendorong agar potensi tersebut tidak berhenti pada aktivitas produksi, tetapi dikembangkan hingga pengolahan, pengemasan dan pemasaran sehingga menghasilkan produk dengan nilai tambah.

“Kalau wisata berkembang, jangan sampai hanya tempat wisatanya yang ramai. Kita ingin warungnya ikut ramai, UMKM-nya ikut tumbuh, produk masyarakatnya ikut terjual. Begitu juga perikanan, jangan hanya menjual hasil produksi, tetapi bagaimana bisa diolah dan memiliki nilai tambah. Di situlah kita ingin akses keuangan hadir mendukung masyarakat,” jelas Agus.

Untuk memperluas promosi, OJK Cirebon melibatkan sekitar 60 wartawan dari berbagai media di wilayah Cirebon Raya. Para jurnalis diajak melihat langsung potensi Desa Jagara sekaligus mengenal aktivitas ekonomi masyarakat dan pengembangan Desa EKI.

Menurut Agus, media memiliki peran strategis dalam memperkenalkan potensi suatu daerah kepada masyarakat luas.

“Kami mengajak sekitar 60 wartawan karena kami ingin cerita tentang Jagara tidak berhenti di sini. Kami ingin cerita itu dibawa keluar, disampaikan kepada masyarakat Cirebon Raya dan masyarakat yang lebih luas. Media memiliki peran penting untuk memperkenalkan potensi sebuah daerah,” ujarnya.

Ia berharap pemberitaan mengenai Jagara tidak sebatas seremoni penetapan sebagai Desa EKI. Media diharapkan turut mengangkat potensi wisata, produk lokal, pelaku usaha serta perkembangan masyarakat di desa tersebut.

“Kami berharap teman-teman media tidak hanya memberitakan bahwa Jagara merupakan Desa EKI. Lebih dari itu, kami ingin ada cerita tentang apa yang menarik di Jagara, apa yang bisa dikunjungi, apa yang bisa dibeli, siapa pelaku usahanya dan bagaimana masyarakatnya berkembang,” tambah Agus.

OJK berharap promosi yang semakin luas dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai Desa Jagara dan mendorong kunjungan wisata. Dampaknya diharapkan merembet ke berbagai sektor ekonomi, mulai dari UMKM, kuliner, perdagangan, jasa hingga produk perikanan.

Dalam jangka panjang, pertumbuhan aktivitas ekonomi tersebut juga diharapkan membuka peluang pembiayaan bagi pelaku usaha. Dengan demikian, sektor pariwisata, UMKM, perikanan, pembiayaan dan inklusi keuangan dapat berkembang dalam satu ekosistem.

“Harapannya sederhana. Orang semakin mengenal Jagara, semakin banyak yang datang, UMKM semakin bergerak, produk masyarakat semakin dikenal, usaha semakin berkembang dan masyarakat semakin memiliki akses terhadap pembiayaan yang sesuai. Kalau itu terjadi, berarti ekosistemnya mulai terbentuk,” pungkas Agus.

OJK Cirebon akan terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Desa Jagara, Pemerintah Kabupaten Kuningan, industri jasa keuangan, pelaku usaha, masyarakat dan media untuk menjaga keberlanjutan pengembangan Desa EKI.

Dalam menjalankan komitmen terhadap tata kelola yang baik, OJK Cirebon juga menegaskan penerapan Program Pengendalian Gratifikasi. Seluruh stakeholders, rekanan dan mitra kerja OJK Cirebon dilarang memberikan hampers, hadiah, parsel, atau bentuk pemberian lainnya kepada jajaran OJK Cirebon.

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen OJK Cirebon dalam mendorong tata kelola yang bersih, transparan dan berintegritas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *