Cirebontrend.com – INDRAMAYU – Perum Bulog Cabang Indramayu berhasil melampaui target pengadaan gabah dan beras tahun 2026. Penyerapan dari petani lokal mencatatkan angka 102,5 persen dari target sebesar 174.000 ton setara beras.
Pimpinan Cabang Bulog Indramayu, Apip Wijaya, mengapresiasi kerja sama seluruh mitra dan instansi terkait yang mendukung peran strategis Indramayu sebagai sentra beras nasional.
”Alhamdulillah, sampai dengan saat ini pencapaian pengadaan Perum Bulog Cabang Indramayu telah mencapai 102,5 persen dari target sebesar 174.000 ton setara beras. Capaian tersebut tentunya bukan merupakan hasil kerja Perum Bulog semata, tetapi merupakan hasil sinergi dan kerja sama dari seluruh pihak,” ujar Apip Wijaya dalam acara Evaluasi Pengadaan Gabah/Beras Petani Tahun 2026 di Indramayu, Selasa (15/9/2026).
Apip menegaskan bahwa beras yang diserap tidak sekadar pemenuhan target angka, melainkan berdampak langsung pada stabilitas harga dan pasokan pangan nasional melalui Cadangan Pangan Pemerintah (CPP).
”Gabah dan beras yang berhasil kita serap tersebut memiliki peran yang sangat strategis. Komoditas yang kita serap dari petani tidak berhenti hanya angka pencapaian target, tetapi menjadi bagian dari stok cadangan pangan pemerintah. Beras tersebut antara lain digunakan untuk SPHP serta program Bantuan Pangan Pemerintah,” kata Apip.
Ia menambahkan, Bulog Indramayu akan terus menggenjot penyerapan di lapangan selama masa panen masih berlangsung.
”Selagi masih ada panen di Kabupaten Indramayu, kita tetap optimal untuk melakukan penyerapan sampai akhir tahun ini. Kami berharap kepada seluruh mitra kerja penggilingan, kita terus mengoptimalkan pengadaan ini berjalan,” tambahnya.
Sementara itu, meski menghadapi tekanan kerugian, para pengusaha penggilingan padi berkomitmen tetap beroperasi demi menjaga ketersediaan pasokan beras nasional.
Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh para mitra penggilingan yang hadir dalam rapat evaluasi tersebut.
Muhadi, perwakilan dari PT SPG yang merupakan mitra kerja Bulog Indramayu, menyebut pasokan gabah yang terbatas di tengah permintaan tinggi dari berbagai daerah menjadi pemicu utama lonjakan harga di tingkat pasar. Meski begitu, pihaknya berjanji untuk tetap berkontribusi aktif.
”Kami selalu siap mendukung. Garda terdepan pengadaan Bulog Indramayu adalah kami selaku mitra,” tegas Muhadi.
Ia pun berharap pemerintah dapat memperhatikan tekanan ekonomi yang saat ini dialami pelaku usaha penggilingan, sehingga proses penyerapan hasil panen petani terus berjalan lancar dan pasokan beras nasional tetap aman.
Dalam kesempatan yang sama, Komandan Kodim 0616/Indramayu, Letkol Arh Tulus Widodo, dalam amanatnya yang disampaikan Danramil 1609 Juntinyuat, Kapten Inf Efendi menyatakan, kesiapan jajarannya untuk mengawal program penguatan ketahanan pangan di wilayah Indramayu.
”Kami dari unsur kewilayahan pada prinsipnya siap mendukung seluruh program pemerintah dalam rangka penguatan ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani. Kami juga terus mendorong para Babinsa di lapangan untuk membantu melakukan komunikasi dan koordinasi dengan kelompok tani,” tegas Efendi.
Dalam amanatnya yang disampaikan Danramil 1609 Juntinyuat, Kapten Inf Efendi, Dandim menekankan empat poin utama yang perlu diperhatikan dalam evaluasi pengadaan gabah dan beras.
”Pertama, perlu dilakukan pemetaan terhadap capaian pengadaan di masing-masing wilayah. Kedua, perlu diidentifikasi faktor yang mempengaruhi serapan seperti harga, kualitas, kadar air, dan sarana pengeringan. Ketiga, diperlukan sinergi dan komunikasi yang lebih intensif antar-stakeholder. Keempat, perlu diantisipasi secara dini kendala saat musim panen agar tidak terjadi penumpukan hasil panen yang mempengaruhi stabilitas harga,” papar Efendi.
Melalui sinergi antara Bulog, TNI, Pemkab Indramayu, dan para mitra penggilingan, kegiatan evaluasi ini diharapkan menghasilkan langkah konkret untuk menjaga kesejahteraan petani sekaligus ketercukupan cadangan pangan pemerintah hingga akhir tahun 2026.












