DLH Kabupaten Cirebon Dorong Pemanfaatan Limbah Kerang Hijau Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon Dede Sudiono.

Cirebontrend. com – CIREBON – Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus berupaya mencari solusi terhadap persoalan limbah cangkang kerang hijau yang selama ini menumpuk di sejumlah kawasan pesisir.

Selain untuk mengurangi pencemaran lingkungan, limbah tersebut juga dinilai memiliki potensi ekonomi dan manfaat bagi sektor pertanian.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon, Dede Sudiono, mengatakan pemerintah daerah saat ini tengah menyusun kebutuhan anggaran yang diperlukan untuk mendukung program pengelolaan limbah kerang hijau, mulai dari biaya pengiriman, pengolahan hingga proses produksi.

“Pemerintah daerah siap menangani limbah kerang hijau. Saat ini kami sedang menyusun anggaran yang dibutuhkan, mulai dari pengiriman, biaya pengolahan, hingga produksi agar limbah ini dapat dimanfaatkan secara optimal,” ujar Dede, Rabu 3 Juni 2026.

Menurutnya, cangkang kerang hijau memiliki kandungan yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan campuran untuk meningkatkan kualitas tanah pertanian. Berdasarkan hasil pengamatan, tepung yang dihasilkan dari limbah kerang hijau mampu membantu meningkatkan tingkat keasaman tanah.

“Rata-rata pH tanah di Kabupaten Cirebon berada di angka 5. Ketika menggunakan tepung kerang hijau, pH tanah bisa meningkat menjadi sekitar 6, sehingga lebih baik untuk mendukung produktivitas pertanian,” katanya.

Dede menjelaskan, pemanfaatan limbah kerang hijau menjadi tepung atau bahan pendukung pertanian dapat menjadi solusi ganda, yakni mengatasi persoalan lingkungan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Karena itu, pihaknya mengajak para pelaku usaha kerang hijau untuk turut berkontribusi dalam pengelolaan limbah dengan menyisihkan sebagian keuntungan usaha guna mendukung proses pengolahan yang berkelanjutan.

“Kami mengimbau para pelaku usaha kerang hijau untuk menyisihkan sebagian keuntungan mereka. Dengan pengelolaan yang tepat, limbah kerang hijau tidak lagi menjadi sampah, tetapi dapat memiliki nilai ekonomi dan manfaat bagi sektor pertanian,” ungkapnya.

Ia menambahkan, keberhasilan program tersebut membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, pelaku usaha hingga masyarakat.

Dengan kolaborasi yang baik, limbah kerang hijau diharapkan dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat sekaligus mengurangi dampak lingkungan di kawasan pesisir.

“Harapan kami, limbah kerang hijau dapat diubah menjadi produk yang memiliki nilai tambah, membantu petani meningkatkan kualitas lahan, dan pada saat yang sama mengurangi persoalan limbah yang selama ini menjadi perhatian masyarakat,” pungkas Dede.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *