Muscab PKB Indramayu, Dedi Wahidi: Partai Besar Wajib Incar Kursi Eksekutif Mulai dari Bupati hingga Presiden

Dedi Wahidi saat memberikan keterangan kepada awak media saat hadiri Muscab PKB Indramayu di Swiss-belhotel Indramayu. (18/4/2026) Foto : Panji Asmara/CirebonTrend

Cirebontrend.com – INDRAMAYU – Musyawarah Cabang (Muscab) PKB Indramayu yang digelar di Kencana Ballroom, Swiss-Belhotel, Sabtu (18/4/2026), menjadi panggung penegasan target politik besar partai berlambang bola dunia tersebut.

‎Anggota DPR RI Fraksi PKB, H. Dedi Wahidi, menekankan pentingnya akselerasi kerja politik pasca-penetapan pengurus baru.

‎Dalam wawancara eksklusif, politisi senior yang akrab disapa Dewa ini membedah strategi, target kursi, hingga ambisi merebut kursi eksekutif di Indramayu.

‎Dedi menjelaskan bahwa Muscab ini adalah momentum krusial untuk menata ulang kekuatan partai.

‎”Muscab itu agenda utamanya menyusun program dan mengevaluasi perjalanan kegiatan selama lima tahun yang sudah lewat. Kemudian, memilih dan menetapkan kepengurusan baru untuk lima tahun yang akan datang,” ujar Dedi Wahidi.

‎Mengenai target perolehan kursi di DPRD Kabupaten Indramayu, Dedi menyebut angka 15 kursi sebagai sasaran utama. Meski dinamis, ia meyakini PKB memiliki modal kuat untuk mencapainya.

‎”Targetnya memang bagus, namanya juga target kan ya. Justru pengen menang dengan target bagus, harapannya ya kerjanya juga bagus. Targetnya 15 kursi. Ya, dinamis ya, kita lihat perkembangannya. Kalau 13 kursi sih sangat realistis,” tuturnya optimistis.

‎Dedi Wahidi memberikan instruksi khusus kepada para kader tentang bagaimana cara memenangkan hati rakyat. Menurutnya, kesolidan struktur adalah harga mati.

‎”Modalnya kepengurusan harus lengkap sampai tingkat ranting dan anak ranting. Kemudian calegnya harus yang bagus-bagus dan potensial. Yang paling penting, jangan ada konflik. Rakyat itu tidak suka dengan konflik,” tegas Dedi.

‎Ia juga mengingatkan bahwa kerja politik tidak bisa dilakukan secara instan mendekati hari pencoblosan.

‎”Dimulai pemilu itu sejak sekarang. Sejak kepengurusan baru terbentuk, ya sudah harus lari. Jangan nunggu waktu pemilu!” tambahnya.

‎Salah satu poin menarik dalam wawancara tersebut adalah pernyataan terbuka Dedi mengenai target PKB terhadap kursi kekuasaan di daerah (Bupati), yang saat ini diduduki Lucky Hakim.

‎”Diincar (kursi Bupati) tentu saja harus. Namanya partai besar harus mengincar penguasa sesuai dengan lokalnya. Untuk kabupaten berarti bupati, provinsi ya gubernur, pusat ya presiden. Harus begitu,” ungkapnya lugas.

‎Menutup wawancara, Dedi berharap hasil dari Muscab yang dihadiri Wakil Ketua DPP PKB Fauzi dan Sekretaris DPW Jabar Acep Jamal ini mampu mengunci kemenangan di pemilu mendatang, terlepas dari dinamika aturan jadwal pemilu.

‎”Harapannya bisa jadi pemenang pemilu. Entah itu Pemilu 2029 atau 2031, karena belum ada undang-undangnya terkait keputusan MK soal pemilu daerah yang harus dua kali itu. Yang jelas, kita siapkan mesin partai dari sekarang,” harapnya.

‎Mengenai susunan pengurus baru, Dedi menyerahkan sepenuhnya kepada mekanisme internal partai.

‎”Itu (keputusan) DPP ya, nanti diusulkan ke DPP,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *