Cirebontrend.com – CIREBON – Bayangkan harus menarik sebuah lokomotif yang bobotnya mencapai sekitar 90 ton hanya dengan mengandalkan tenaga 10 orang.
Bukan adegan dalam film, melainkan perlombaan nyata yang digelar PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 KAI yang diperingati pada 28 September mendatang.
Kepala Daop 3 Cirebon Sigit Winarto menjelaskan, jika biasanya tarik tambang identik dengan dua kelompok yang saling beradu tenaga menggunakan seutas tali, kali ini KAI Daop 3 Cirebon menghadirkan konsep yang jauh berbeda.
Yang ditarik bukan tali, melainkan lokomotif seberat sekitar 90 ton. Perlombaan unik tersebut menjadi salah satu rangkaian kegiatan HUT ke-81 KAI Daop 3 Cirebon yang melibatkan tidak hanya insan KAI, tetapi juga sejumlah stakeholder eksternal.
“Biasanya kalau 17 Agustusan tarik tambang itu manual antara dua tim. Tapi kali ini kita tarik tambangnya menggunakan aset PT Kereta Api yang nilainya cukup berat, yakni lokomotif,” ujarnya, Jumat 11 September 2026.
Dalam perlombaan tersebut, setiap tim beranggotakan 10 orang. Mereka ditantang untuk menarik lokomotif yang memiliki bobot sekitar 90 ton. Sekilas, perlombaan ini memang tampak mengandalkan kekuatan fisik.
Namun, KAI Daop 3 Cirebon sengaja merancangnya bukan semata-mata sebagai adu kuat. Ada kekompakan dan strategi yang justru menjadi kunci utama.
“Harapannya ini bukan saja mengedepankan kekuatan tenaga, tapi juga mengedepankan kekompakan dan strategi,” ungkapnya.
Hal itu terbukti selama perlombaan berlangsung.
Ukuran tubuh maupun kekuatan individu tidak otomatis membuat sebuah tim menjadi pemenang.
Kekompakan dalam menarik secara bersamaan, mengatur ritme dan menerapkan strategi menjadi faktor penting untuk menggerakkan lokomotif.
“Dari segi orang yang besar itu bukan berarti belum tentu menang. Ternyata yang mempunyai kekompakan yang baik dan strategi yang baik, itu yang menang,” katanya.
Menariknya, perlombaan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi pegawai internal KAI.
Sejumlah stakeholder eksternal turut dilibatkan.
Di antaranya tim dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cirebon, tim media, serta komunitas atau pecinta kereta api.
Konsep tersebut membuat suasana perlombaan menjadi lebih semarak. Masing-masing tim tidak hanya membawa peserta, tetapi juga dukungan dan semangat dari para supporter.
Salah satu yang mencuri perhatian adalah tim Dishub Kota Cirebon. Dengan dukungan supporter, termasuk ibu-ibu yang memberikan semangat dari pinggir arena, tim tersebut mampu menunjukkan kekompakan hingga berhasil meraih posisi kedua.
Perlombaan yang berlangsung penuh tenaga dan semangat, tim dari Sarana PT KAI berhasil menjadi juara pertama. Sementara posisi kedua diraih oleh tim Dishub Kota Cirebon.
Bagi penyelenggara, hasil tersebut menunjukkan bahwa inti dari perlombaan bukan sekadar siapa yang paling kuat secara fisik. Kekompakan, koordinasi dan strategi justru menjadi penentu.
Semangat kompetisi juga terasa semakin kuat karena setiap tim membawa nama institusi masing-masing, namun tetap berada dalam suasana kebersamaan.
Di balik konsep perlombaan yang tergolong ekstrem karena melibatkan lokomotif berbobot puluhan ton, aspek keselamatan tetap menjadi perhatian utama KAI Daop 3 Cirebon.
Sebelum dan selama perlombaan, penyelenggara memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan memperhatikan aspek keselamatan.
“Kita mengutamakan keselamatan. Kita memastikan tidak ada yang cedera, tidak ada yang terluka, dan memastikan semua dalam keadaan selamat,” tegasnya.
Dengan demikian, perlombaan tarik lokomotif tidak hanya menjadi tontonan unik dalam rangkaian HUT ke-81 KAI, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan antara KAI dengan para stakeholder.












