Tenaga Medis RSD Gunung Jati Desak Pembenahan Manajemen, DPRD Minta Pemkot Segera Bertindak

Cirebontrend.com – CIREBON – Persoalan tata kelola, keterbatasan alat kesehatan, hingga ketersediaan obat di Rumah Sakit Daerah (RSD) Gunung Jati Kota Cirebon menjadi sorotan dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi III DPRD Kota Cirebon, Rabu 14 Oktober 2026.

Tenaga medis mendesak pembenahan manajemen secara menyeluruh, sementara DPRD meminta Pemerintah Kota Cirebon segera mengambil langkah konkret agar persoalan tersebut tidak mengganggu pelayanan kesehatan masyarakat.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Gedung DPRD Kota Cirebon itu, sejumlah tenaga medis menyampaikan berbagai persoalan operasional rumah sakit yang dinilai membutuhkan penanganan segera.

Perbaikan tata kelola dianggap penting untuk menciptakan sistem kerja yang lebih terorganisasi sekaligus menjamin kualitas dan keselamatan pelayanan pasien.

Dokter Spesialis Urologi RSD Gunung Jati, Tommy Yuwono, mengatakan pembenahan manajemen rumah sakit sudah mendesak dilakukan.

Menurutnya, perbaikan diperlukan untuk membangun sistem pengelolaan yang lebih baik dan memberikan kepastian terhadap peningkatan pelayanan.

“Urgensinya memang sudah semuanya ya. Jadi dari tata kelola semuanya sudah tidak bisa kita harapkan lagi. Kita butuh perbaikan yang segera, kemudian kita butuh segala sesuatunya itu menjadi lebih baik lagi, terorganisir, dan kemudian juga memberikan harapan yang baik untuk semuanya,” ujar Tommy seusai RDP.

Ia juga menyoroti respons Pemerintah Daerah Kota Cirebon yang dinilai belum menunjukkan keseriusan dalam menindaklanjuti persoalan di RSD Gunung Jati.

Padahal, kata dia, para dokter bersama Dewan Pengawas telah berulang kali berdiskusi dan menyampaikan masukan untuk mendorong perbaikan manajemen.

“Mungkin sampai saat ini kita belum melihat keseriusan dari pihak Pemda Kota Cirebon untuk melakukan perbaikan,” ungkapnya.

Tommy menegaskan, kondisi keuangan rumah sakit tidak boleh mengesampingkan keselamatan pasien.

Menurutnya, keselamatan pasien harus tetap menjadi prioritas utama, terutama ketika rumah sakit menghadapi persoalan operasional yang berpotensi memengaruhi pelayanan.

Selain tata kelola, ia mengungkapkan sejumlah alat kesehatan membutuhkan perbaikan, bahkan penggantian. Kondisi tersebut perlu segera ditangani agar tidak menjadi kendala dalam pelaksanaan tindakan medis.

Masalah ketersediaan obat juga menjadi perhatian tenaga medis. Dalam pelayanan pasien rujukan balik, beberapa jenis obat yang seharusnya tersedia di rumah sakit dilaporkan tidak tersedia.

Akibatnya, pemenuhan obat diharapkan masih dapat dilakukan melalui puskesmas sesuai prosedur pelayanan kesehatan.

Meski menyampaikan berbagai persoalan, Tommy menegaskan tenaga medis tetap mengedepankan mekanisme yang sesuai aturan dalam menyampaikan aspirasi.

Ia menyebut kehadiran mereka dalam RDP merupakan undangan dari Komisi III DPRD Kota Cirebon.

“Kami tidak mungkin melakukan tindakan-tindakan yang sifatnya anarkis. Ini pun bukan permintaan kami, ini adalah undangan dari Komisi III, kami tidak pernah meminta,” tegasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Kota Cirebon, Rinna Suryanti, meminta Pemerintah Kota Cirebon segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan di RSD Gunung Jati.

Ia menilai masalah tersebut tidak boleh berlarut-larut karena berkaitan langsung dengan pelayanan publik dan kebutuhan dasar masyarakat di bidang kesehatan.

Politisi PAN itu meminta manajemen rumah sakit memberikan penjelasan secara menyeluruh mengenai penyebab berbagai persoalan yang muncul.

Hal yang perlu dijelaskan meliputi sistem pengelolaan, ketersediaan alat kesehatan dan obat-obatan, hingga mahalnya biaya alat medis bagi pasien kelas III.

“Manajemen RSD Gunung Jati setidaknya harus mampu menjelaskan bagaimana ini bisa terjadi, mulai dari pengelolaan, ketersediaan alat, obat, dan mahalnya biaya alat medis kelas III,” kata Rinna.

Menurutnya, penjelasan dari manajemen diperlukan untuk mengidentifikasi persoalan secara menyeluruh sekaligus menjadi dasar dalam menentukan langkah perbaikan yang tepat.

Komisi III DPRD Kota Cirebon, lanjut Rinna, akan melaporkan kondisi tersebut kepada pimpinan DPRD untuk ditindaklanjuti melalui pembahasan lanjutan.

“Kami dari Komisi III akan melaporkan kondisi ini kepada pimpinan untuk lanjutan,” ujarnya.

Rinna juga menekankan pentingnya keterlibatan kepala daerah dalam penyelesaian persoalan tersebut.

Ia meminta Wali Kota Cirebon segera bertindak agar masalah manajemen, fasilitas, dan kebutuhan medis di RSD Gunung Jati tidak berdampak lebih jauh terhadap pelayanan kesehatan masyarakat.

Pembenahan tata kelola, kepastian ketersediaan obat, serta perbaikan alat kesehatan menjadi sejumlah persoalan yang mengemuka dalam RDP tersebut.

Tindak lanjut pemerintah daerah dan penjelasan manajemen rumah sakit diharapkan dapat menjadi dasar penyelesaian masalah sekaligus menjaga mutu pelayanan bagi masyarakat Kota Cirebon.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *