Cirebontrend.com – CIREBON – Perbaikan fasilitas sekolah di Kabupaten Cirebon mulai menunjukkan hasil melalui rampungnya revitalisasi tahap pertama di 12 SMP negeri.
Namun, Bupati Cirebon Imron mengingatkan, pembenahan bangunan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas guru dan proses pembelajaran.
Pesan tersebut disampaikan Imron saat meninjau hasil revitalisasi dalam kegiatan Open House Sekolah Hasil Revitalisasi di SMP Negeri 2 Suranenggala, Jumat 16 Oktober 2026.
Menurut Imron, fasilitas yang memadai menjadi salah satu faktor pendukung pendidikan. Meski demikian, keberhasilan pembelajaran tetap ditentukan oleh kualitas tenaga pendidik, semangat belajar siswa, serta dukungan orang tua dan masyarakat.
“Sebagus apa pun bangunan dan fasilitas sekolah, faktor utama keberhasilan pendidikan tetap berada pada kualitas guru, semangat belajar siswa, serta dukungan orang tua dan masyarakat,” kata Imron.
Ia mengapresiasi dukungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Dinas Pendidikan, serta berbagai pihak yang terlibat dalam program revitalisasi sekolah.
Imron berharap, perbaikan sarana dan prasarana mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman bagi siswa maupun guru.
Ia juga mendorong pemanfaatan teknologi melalui Program Indonesia Digital (PID) agar digitalisasi pembelajaran dapat meningkatkan kreativitas dan produktivitas di sekolah.
Selain itu, siswa diminta menjaga fasilitas yang telah diperbaiki dan memanfaatkannya untuk belajar serta meraih prestasi.
Guru dan tenaga kependidikan juga diharapkan menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan menyenangkan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, Ronianto, menjelaskan bahwa pemerintah daerah sebelumnya mengusulkan bantuan revitalisasi untuk 33 SMP negeri.
Dari jumlah tersebut, 13 sekolah telah mendapatkan realisasi program, terdiri atas 12 sekolah yang pekerjaannya rampung dan satu sekolah yang masih dalam proses.
Untuk tahap kedua, pengajuan bantuan revitalisasi masih diproses. Pemkab Cirebon juga telah mengusulkan bantuan perbaikan bagi 77 satuan pendidikan anak usia dini (PAUD) dan sekitar 130 sekolah dasar (SD).
Ronianto menambahkan, hasil pekerjaan tahap pertama akan dilaporkan kepada kementerian terkait sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan program.
Menurutnya, bantuan pemerintah pusat sangat dibutuhkan untuk mempercepat perbaikan sekolah yang mengalami kerusakan.
Pasalnya, kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Cirebon masih terbatas untuk merehabilitasi seluruh sekolah yang membutuhkan penanganan.
“Kami berharap program ini bisa mengurangi jumlah kerusakan yang ada di sekolah-sekolah Kabupaten Cirebon, karena kemampuan APBD kami belum memungkinkan untuk merehabilitasi seluruh sekolah,” kata Ronianto.
Pemkab Cirebon berharap dukungan revitalisasi dari pemerintah pusat dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak sekolah memperoleh fasilitas yang layak dan mampu menunjang peningkatan mutu pendidikan di daerah.












