Mediatrend.com – INDRAMAYU – Di sebuah sudut Jalan Istiqomah Nomor 19, Kelurahan Lemahmekar, Kecamatan Indramayu, berdiri sebuah kafe kecil dengan papan nama sederhana bertuliskan “Teman Istimewa”.
Namun, di balik aroma kopi yang menyeruak dan gelak tawa pengunjung, tersimpan kisah besar tentang semangat, empati, dan perjuangan seorang pemuda bernama Sespri Maulana (34).
Sespri memiliki istri bernama Fitri Nur Fatehah (34) dan dua orang putri cantik yang bernama Zevanna Canaula (9) duduk di kelas 4 Sekolah Dasar (SD) dan Adzkhadina khaliluna zahsyi (6) duduk di Taman Kanak-kanak (TK).
Perjalanan hidup Sespri tidak dimulai dari kemewahan. Ia pernah mencicipi pahitnya menjadi pekerja serabutan, berpindah-pindah pekerjaan dari bengkel sepeda, bengkel motor, bengkel mobil, jualan ketan susu dan mocktail dengan berkeliling menggunakan sepeda onthel, demi menafkahi keluarga.

Dengan semua keterbatasan itu, ia memiliki satu hal yang tak pernah padam yakni tekad untuk berubah dan memberi manfaat bagi orang lain.
Titik baliknya datang ketika ia membuat kelompok kreatif dan memberi pelatihan seperti menyablon, menjahit, desain grafis dan handcraft kepada murid-murid SLB Mutiara Hati di Indramayu yang diminta oleh pihak PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Balongan.
Kemudian dari situlah Sespri bergabung dengan salah satu Program
Corporate Social Responsibility (CSR) bernama PERINTIS (Pemberdayaan Inklusi Teman Istimewa) yang diinisiasi oleh PT KPI Unit Balongan pada tahun 2021.
Dalam program tersebut, Sespri mengembangkan potensi lokal melalui ekonomi kreatif dengan menciptakan peluang pekerjaan untuk penyandang disabilitas khususnya tuna wicara dan tuna rungu, karena saat Ia di SLB Mutiara Hati mendapatkan informasi setelah lulus mereka sulit mendapatkan pekerjaan.
Mengapa Sespri tertarik dengan penyandang disabilitas khususnya tuna wicara dan tuna rungu, menurutnya mereka lebih rentan terhadap informasi dan komunikasi.
”Secara fisik mereka normal, namun pola pikir dan karakter mereka berbeda dengan orang normal pada umumnya, emosi mereka cenderung tidak stabil, disitulah tantangannya,” Sespri kepada MediaTrend di Kafe Teman Istimewa. Rabu (29/10/2025).
Dukungan dari PT KPI Unit Balongan membuka matanya terhadap banyak hal, terutama tentang pentingnya ruang inklusif bagi kelompok yang selama ini sering terpinggirkan yaitu para penyandang disabilitas.
“Waktu itu saya sering melihat teman-teman tunarungu sulit mendapatkan pekerjaan. Padahal mereka punya kemampuan luar biasa kalau diberi kesempatan,” kenang Sespri.
Dari keprihatinan itulah, lahir gagasan mendirikan sebuah ruang belajar dan kerja yang tidak membeda-bedakan siapa pun.
Dengan modal kecil dan semangat besar, Sespri pun membangun Kafe Teman Istimewa. Ia ingin tempat ini bukan hanya sekadar tempat nongkrong, tapi juga wadah pelatihan keterampilan, khususnya bagi penyandang disabilitas.
Bersama PT KPI Unit Balongan dan komunitas barista di Indramayu, Sespri mengadakan pelatihan barista, pembuatan kopi, serta keterampilan ekonomi kreatif lainnya.
“Kami ingin memberikan pengalaman langsung tentang dunia kerja. Di sini, mereka belajar, berinteraksi, dan menghasilkan,” ujarnya.
”Pelatih barista temen-temen disabilitas sekitar tiga bulanan, alhamdulillah ternyata mereka cepat belajar, dan sekarang ada tujuh orang yang bekerja disini,” sambungnya.

Sistem ekonomi yang diterapkan di kafe ini pun unik. Keuntungan dari penjualan kopi dan makanan ringan dibagi bersama untuk mendukung ekonomi para teman disabilitas yang menjadi barista dan bekerja di kafe.
Awalnya, penghasilan mereka hanya sekitar Rp600 ribu per bulan. Namun kini, berkat peningkatan jumlah pelanggan dan kerja keras bersama, pendapatan masing-masing bisa mencapai Rp1,2 juta hingga Rp1,5 juta per bulan bahkan lebih.
Bagi Sespri, angka itu bukan sekadar nominal. Ia melihatnya sebagai simbol perubahan nyata.
“Yang terpenting bukan seberapa besar uangnya, tapi bagaimana mereka bisa mandiri dan percaya diri,” katanya dengan senyum bangga.
Untuk kopinya sendiri, Sespri langsung dipasok oleh Kopi Sekarwangi dari kaki Gunung Ciremai, di sebuah desa kecil bernama Cibeureum, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan.
”Kopinya kita dipasok sama teh titi dari kopi sekarwangi, kebetulan teh titi juga binaan pertamina unit balongan juga, jadi pas! teh titi hulu saya hilir,” jelasnya sambil tertawa.
”Kalau untuk kebutuhan kopi setiap bulannya sekitar 10 kilogram kadang lebih,” tambahnya.
Kafe Teman Istimewa kini menjadi rumah kedua bagi banyak orang. Di sana, pengunjung tidak hanya disuguhi racikan kopi hangat, tetapi juga pelajaran berharga tentang kesetaraan.
Tak jarang, pelanggan terkejut ketika mengetahui bahwa barista yang meracik kopi mereka adalah teman-teman tunarungu yang bekerja dengan ketelitian luar biasa.
SMALB Bisa Setara SMK
Ke depan, Sespri berharap kerja sama ini dapat diperluas. Ia menggagas agar Dinas Pendidikan dapat menjadikan Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB) setara dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam hal keterampilan.
Dengan begitu, siswa disabilitas dapat magang langsung di Kafe Teman Istimewa atau di perusahaan manapun dan nantinya bisa mendapatkan pekerjaan yang layak dan relevan.
“Saya ingin kafe ini menjadi jembatan. Tempat di mana tidak ada batas antara disabilitas dan non-disabilitas. Semua belajar, bekerja, dan tumbuh bersama,” ujar Sespri.
”Dan alhamdulillah di tahun ini, ada tiga siswa SMALB di Indramayu sudah mulai magang di teman istimewa,” tuturnya.

Kini Sespri sudah bisa membuktikan kepada semua orang bahwa penyandang disabilitas tuna wicara dan tuna rungu bisa bekerja dan bermanfaat di tengah-tengah kehidupan sosial masyarakat.
Begitupun Sespri yang dulu pekerja serabutan sekarang bisa memiliki usaha sendiri dan mengalami peningkatan secara ekonomi.
”Alhamdulillah sekarang sudah ada usaha dengan teman-teman disabilitas saya bisa menyekolahkan anak dan memberi nafkah istri,” ungkapnya.
PT KPI Unit Balongan pun terus mendampingi Cespri dalam mengembangkan program ini. Dukungan tersebut tak hanya berupa pendanaan, tetapi juga jejaring dan pelatihan manajemen usaha.
“Kami melihat potensi besar dari model usaha sosial seperti ini. Teman Istimewa bukan hanya kafe, tapi ruang tumbuh bagi ekonomi inklusif di Indramayu,” ujar
Mohamad Zulkifli, Area Manager Communication, Relation and CSR PT KPI Unit Balongan.
Kini, setiap kali pengunjung menyeruput kopi buatan barista tunarungu di Kafe Teman Istimewa, mereka tak hanya menikmati rasa, tetapi juga pesan kuat tentang kemanusiaan. Bahwa kesempatan bisa mengubah nasib, dan empati bisa melahirkan gerakan besar.
Dari seorang pekerja serabutan, Sespri Maulana menjelma menjadi penggerak inklusi sosial di tanah kelahirannya. Ia membuktikan bahwa perubahan tak selalu lahir dari hal besar kadang cukup dimulai dari secangkir kopi dan niat tulus untuk berbagi.












