Berita  

Gus Ipul Resmikan Kampung Nelayan Sejahtera di Indramayu, Nilainya Capai Rp 23 M

Mensos Gus Ipul bersama Ketua Baznas Noor Achmad usai meresmikan kemudian meninjau Kampung Nelayan Sejahtera di Desa Kertawinangun, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu. (29/9/2025) Foto : Panji Asmara/MediaTrend

MediaTrend.id – INDRAMAYU – Menteri Sosial Saifullah Yusuf meresmikan Kampung Nelayan Sejahtera di Desa Eretan Kulon, Indramayu, Senin (28/9/2025).

‎Hunian ini dibangun khusus untuk para korban banjir rob yang selama ini terdampak bencana tahunan di wilayah pesisir utara Indramayu.

‎Dalam sambutannya, pria yang akrab disapa Gus Ipul itu berpesan agar rumah-rumah yang telah dibangun dengan gotong royong tersebut bisa menjadi tempat lahirnya generasi tangguh.

‎“Jadikan rumah ini sebagai rumah yang bisa melahirkan generasi yang kuat. Mungkin orang tuanya belum berhasil, belum beruntung, masih kekurangan, tapi anak-anaknya harus berhasil. Harus jadi pemimpin bangsa ini,” ujar Gus Ipul.

‎Gus Ipul menyampaikan bahwa keberhasilan seorang anak dimulai dari lingkungan rumah. Oleh karena itu, ia meminta warga untuk menjaga dan merawat rumah mereka, bahkan dari hal sederhana seperti kebersihan toilet.

‎Dibangun 8 Bulan Lewat Kolaborasi Banyak Pihak

‎Kampung Nelayan Sejahtera merupakan hasil kolaborasi lintas sektor. Selain Kementerian Sosial, proyek ini juga melibatkan Pemerintah Kabupaten Indramayu, Baznas, PT Unitras Pertama, BNPB, hingga TNI AD.

‎Pembangunan kampung ini memakan waktu sekitar 8 bulan. Gus Ipul mengakui adanya sejumlah kendala teknis, termasuk ketersediaan air bersih yang kemudian dibantu oleh TNI AD lewat pembuatan sumur bor.

‎“Karena gotong royong, keroyokan, bersama-sama, alhamdulillah akhirnya bisa kita resmikan hari ini,” kata Gus Ipul.

‎Menurutnya, proses pembangunan ini tidak mudah dan melibatkan perjuangan dari banyak pihak. “Ini contoh kolaborasi yang bisa kita tiru di tempat lain,” tambahnya.

‎93 Unit Rumah untuk Korban Rob

‎Total sebanyak 93 unit rumah tipe 36 dengan luas tanah 60 meter persegi telah selesai dibangun. Setiap rumah dilengkapi dua kamar tidur, ruang keluarga, dapur, dan kamar mandi. Nilai pembangunan mencapai lebih dari Rp 23 miliar.

‎Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Kemensos, Mira Riyati Kurniasih, menjelaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari program prioritas Kemensos untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

‎“Rumah selesai dibangun dalam satu tahun, dari Oktober 2024 hingga September 2025. Para penerima manfaat sudah mulai menempati rumah sejak dua bulan lalu,” ujarnya.

‎Warga setempat juga telah membentuk kelembagaan untuk menjaga kampung ini tetap rapi dan tertib. Sudah ada struktur RT, petugas keamanan, kebersihan, Posyandu, hingga pengurus masjid.

‎Komitmen Jaga Alam dan Bangun Masa Depan

‎Bupati Indramayu Lucky Hakim menyoroti banjir rob yang selama ini menjadi isu nasional, khususnya di wilayah Eretan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam menghadapi bencana alam.

‎“Yang kita lawan adalah alam. Sulit. Ombak besar. Dataran rendah. Tapi kerja bareng Pemprov, Pemkab, Kemensos, dan Baznas ini luar biasa,” katanya.

‎Sebagai bentuk komitmen menjaga lingkungan, Lucky berjanji akan menanam mangrove di sekitar rumah warga untuk perlindungan pesisir.

‎Ketua Baznas, Noor Achmad, menyebut Kampung Nelayan Sejahtera sebagai program luar biasa. Ia menilai inisiatif semacam ini bisa menjadi inspirasi untuk membantu masyarakat di daerah lain.

‎“Ini program yang sangat keren dan hebat,” ucapnya.

‎Lebih dari Sekadar Hunian

‎Selain rumah, kampung ini juga dilengkapi berbagai fasilitas sosial seperti Masjid Cahaya Zakat, Taman Lansia dan Anak, Z Corner, Pujasera, dan sejumlah tempat usaha dari program pemberdayaan.

‎Beberapa usaha yang telah berjalan antara lain: olahan ikan, batik ecoprint, bengkel las, hingga sanggar tari.

‎Dalam acara peresmian, dilakukan penandatanganan prasasti oleh Mensos Gus Ipul bersama Ketua Baznas Noor Achmad, Wakil Mensos Agus Jabo Priyono, dan Bupati Indramayu Lucky Hakim.

‎Program Kampung Nelayan Sejahtera di Eretan Kulon tak hanya menyediakan tempat tinggal layak, tetapi juga menjadi simbol harapan baru bagi para korban rob untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *