Berita  

Dorong Generasi Sehat, DPR dan BGN Sosialisasikan Program Makan Bergizi Gratis di Bekasi

Mediatrend.id – BEKASI – Upaya peningkatan kualitas gizi masyarakat terus digencarkan. Salah satunya melalui program unggulan pemerintah Prabowo-Gibran, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG), yang kini mulai digulirkan ke berbagai daerah.

Komisi IX DPR RI bersama Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar kegiatan sosialisasi MBG di Gedung Serbaguna Istanaku, Bekasi, pada Kamis (tanggal tidak disebut), dengan tema Bersama Mewujudkan Generasi Sehat Indonesia.

Acara yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut dihadiri oleh lebih dari 300 warga sekitar dan melibatkan sejumlah tokoh penting, antara lain Anggota Komisi IX DPR RI, Nuroji, Kepala SPPG BGN Jatiasih Kota Bekasi Erlinda Matondang, serta Analis Kebijakan Ahli Muda Direktorat Promosi dan Kemitraan Program BGN, Ade Tias Maulana.

Dalam sambutannya, Nuroji menekankan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap pola makan sehat sebagai fondasi utama dalam membentuk sumber daya manusia (SDM) yang unggul.

“Gizi yang baik adalah investasi jangka panjang. Tanpa tubuh dan pikiran yang sehat, mustahil kita bisa bersaing di masa depan,” ujar Nuroji, Sabtu 17 Mei 2025.

Ia juga menyoroti sejumlah tantangan yang masih dihadapi, seperti angka stunting, gizi buruk, hingga obesitas, yang kerap terjadi akibat kurangnya edukasi serta keterbatasan akses terhadap makanan bergizi.

Menurut Nuroji, Kota Bekasi sebagai wilayah urban dengan tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi, termasuk dalam wilayah prioritas penanganan.

Program MBG diharapkan bisa menjadi solusi nyata dalam menjawab masalah ini, melalui intervensi langsung seperti penyediaan makanan sehat, edukasi gizi, dan pemberdayaan masyarakat.

Sementara itu, Erlinda Matondang menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini merupakan langkah strategis untuk menjangkau masyarakat secara langsung, sekaligus membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya kecukupan gizi sejak dini.

Sebagai bagian dari kebijakan jangka panjang, BGN telah merumuskan sejumlah langkah prioritas, di antaranya:

• Peningkatan pelayanan gizi di fasilitas kesehatan dasar seperti puskesmas.

• Pemberian makanan bergizi bagi ibu hamil dan balita.

• Pemberdayaan kader posyandu dalam memantau status gizi masyarakat.

Analis Kebijakan Ahli Muda, Ade Tias Maulana, menambahkan bahwa keberhasilan program MBG sangat bergantung pada sinergi antarsektor, termasuk peran aktif masyarakat.

“Gizi bukan hanya tanggung jawab tenaga kesehatan. Kita semua, mulai dari pemerintah pusat hingga keluarga di rumah, punya peran untuk membentuk generasi sehat,” ucap Ade Tias.

Ia juga menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektor agar program MBG bisa berjalan efektif dan menjangkau kelompok sasaran dengan tepat, terutama mereka yang berada di wilayah rentan gizi buruk.

Kegiatan sosialisasi ini tidak hanya menjadi ajang informasi, tetapi juga menjadi wadah untuk mendorong partisipasi publik dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, aktif, dan produktif. Dengan kolaborasi yang kuat, cita-cita menciptakan generasi emas Indonesia bukanlah hal yang mustahil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *