Cirebontrend.com – CIREBON – Di tengah berbagai daerah yang masih menghadapi persoalan penumpukan sampah, Desa Ciawigajah, Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon, justru menunjukkan cara berbeda dalam mengelola limbah.
Melalui Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) Ciawigajah Berkah, sampah tidak hanya diolah untuk menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga menjadi sumber penghasilan dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat.
Keberhasilan pengelolaan sampah tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, saat meninjau aktivitas pengolahan sampah di lokasi, Kamis
Menurut Agus, TPS 3R Ciawigajah menjadi contoh nyata bahwa pengelolaan sampah yang dilakukan secara terencana mampu memberikan manfaat ganda, baik bagi lingkungan maupun perekonomian masyarakat.
“Kami mengapresiasi Pemerintah Desa Ciawigajah dan pengelola TPS 3R yang berhasil mengubah persoalan sampah menjadi nilai ekonomi bagi masyarakat,” ujar Agus.
Ia menjelaskan, konsep yang diterapkan di TPS 3R Ciawigajah sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular, yakni pemanfaatan kembali sumber daya yang sebelumnya dianggap limbah agar memiliki nilai tambah.
“Ini merupakan contoh nyata pengelolaan lingkungan yang sejalan dengan peningkatan kesejahteraan warga melalui ekonomi sirkular,” katanya.
Saat ini, TPS 3R Ciawigajah Berkah mampu mengolah hingga 12 ton sampah setiap hari. Menariknya, seluruh sampah yang masuk dapat dimanfaatkan kembali sehingga tidak menghasilkan residu yang harus dibuang ke tempat pemrosesan akhir (TPA).
Selain berdampak pada lingkungan, fasilitas tersebut juga memberikan manfaat ekonomi dengan menyerap sekitar 30 tenaga kerja lokal yang memperoleh penghasilan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Keberhasilan TPS 3R Ciawigajah mengelola hingga 12 ton sampah per hari tanpa residu serta menyerap tenaga kerja lokal layak menjadi percontohan bagi desa-desa lain,” ungkap Agus.
Sementara itu, Kepala Desa Ciawigajah, Nunung Nurhadi, mengatakan keberhasilan tersebut tidak terlepas dari penerapan konsep zero waste atau tanpa limbah.
Melalui sistem tersebut, seluruh sampah yang diterima akan dipilah dan diolah menjadi produk yang memiliki nilai jual.
“Sampah yang masuk terlebih dahulu diproses dan dipilah menggunakan mesin. Setelah itu diolah menjadi pupuk organik maupun produk anorganik yang dapat dipasarkan,” ujar Nunung.
Ia menambahkan, kapasitas pengolahan TPS 3R tidak hanya melayani sampah dari wilayah Desa Ciawigajah, tetapi juga menerima kiriman dari daerah lain, termasuk dari wilayah Kabupaten Kuningan.
“Kami juga menerima sampah dari luar Desa Ciawigajah dengan kapasitas pengolahan mencapai 12 ton per hari,” katanya.
Keberadaan TPS 3R Ciawigajah Berkah kini menjadi salah satu contoh pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang berhasil mengubah limbah menjadi sumber daya bernilai ekonomi.
Selain membantu mengurangi beban lingkungan, model pengelolaan tersebut juga membuka peluang usaha, menciptakan lapangan pekerjaan, dan mendukung pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Cirebon.












