Berita  

Program Makan Bergizi Gratis Dorong Kesehatan Anak dan Ekonomi Lokal di Manokwari

Mediatrend.id – MANOKWARI – Upaya peningkatan kualitas gizi masyarakat Papua Barat terus diperkuat melalui Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaksanakan di Gereja GKI Maranatha Kota, Kabupaten Manokwari, Sabtu 15 November 2025.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi Anggota Komisi IX DPR RI dengan Badan Gizi Nasional (BGN) dalam rangka menyiapkan generasi masa depan yang sehat dan berkualitas.

Sosialisasi yang mengusung semangat mewujudkan generasi sehat Indonesia tersebut dihadiri Anggota Komisi IX DPR RI Obet A.

Rumbruren, perwakilan Badan Gizi Nasional Gusti Yudha Prasetya, serta Kepala Regional SPPG Papua Barat Erika Vionita.

Kehadiran berbagai pemangku kepentingan ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam menangani persoalan gizi di daerah.

Dalam sambutannya, Obet A. Rumbruren menegaskan bahwa keberhasilan Program MBG sangat bergantung pada kerja sama lintas sektor.

Menurutnya, peran aktif pemerintah daerah, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, hingga keluarga penerima manfaat menjadi kunci utama agar program berjalan optimal.

“Program Makan Bergizi Gratis tidak bisa berdiri sendiri. Dibutuhkan sinergi semua pihak agar manfaatnya benar-benar dirasakan, baik dalam peningkatan gizi anak maupun kesadaran masyarakat akan pentingnya pola makan sehat,” ujar Obet.

Ia juga menilai bahwa MBG tidak hanya berdampak pada kesehatan anak, tetapi turut memberikan efek positif bagi perekonomian daerah melalui pemanfaatan produk lokal.

Sementara itu, perwakilan BGN Gusti Yudha Prasetya menjelaskan bahwa Program MBG dirancang untuk menjawab tantangan gizi nasional, seperti stunting dan masalah gizi ganda.

Setiap menu disusun dengan memperhatikan kebutuhan kalori, keseimbangan zat gizi, serta aspek kebersihan dan keamanan pangan.

“Pendekatan MBG dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Harapannya, anak-anak terbiasa dengan pola makan sehat sejak dini sebagai fondasi menuju Generasi Emas 2045,” jelas Gusti.

Di sisi lain, Kepala Regional SPPG Papua Barat Erika Vionita menekankan peran strategis MBG dalam pemberdayaan masyarakat lokal.

Ia menyebutkan bahwa bahan pangan yang digunakan dalam program ini bersumber dari petani dan pelaku UMKM setempat.

“Selain hasil pertanian, kami juga melibatkan kelompok ibu-ibu lokal sebagai pemasok makanan kering, seperti roti, yang disajikan setiap hari Sabtu. Ini menjadi peluang ekonomi sekaligus bentuk partisipasi masyarakat,” ungkap Erika.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya asupan gizi semakin meningkat, serta tercipta dukungan bersama untuk menyukseskan Program MBG demi terwujudnya generasi Papua Barat yang sehat, cerdas, dan berdaya saing di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *