Mediatrend.id – CIREBON – Seorang warganet, Tochid Hidayah, mengungkapkan kekesalannya terhadap anggaran yang diduga digunakan oleh Pemerintah Kabupaten Cirebon untuk membuat kartu ucapan Idulfitri. Keluhan tersebut diunggah di grup Facebook Komunitas Orang Cirebon (KOCI) dan langsung menarik perhatian banyak pengguna media sosial.
Dalam unggahannya, Tochid menyoroti kebijakan Pemkab Cirebon yang dianggap bertolak belakang dengan ajakan pemerintah pusat untuk berhemat.
Ia menyebutkan, “Lurr.. pribe iki lur, jare presiden kon hemat anggaran, barang pemda kab Cirebon pemborosan anggaran, duit dibuang-buang lur.” (Saudara bagaimana ini, katanya presiden nyuruh hemat anggaran, tapi Pemda Kabupaten Cirebon pemborosan).
Tochid juga mempertanyakan penggunaan kartu ucapan cetak di era digital seperti sekarang ini, terlebih dengan anggaran yang disebut-sebut mencapai Rp 100 juta.
“Gawe kartu ucapan selamat Idulfitri jeh sampe 100 juta. Jaman wis canggih jeh ya masih ana kartu ucapan bae. Tinggal ngucap nang ning WA bae kuh,” tulisnya.
Kekesalan Tochid semakin tajam saat ia menyinggung kondisi ekonomi masyarakat yang tengah sulit, sementara dana pajak rakyat digunakan untuk hal yang dianggapnya tidak prioritas.
“Masalahe mekaya lagi kengelan lur, duit pajak rakyat dinggo kang ora-ora,” ujarnya.
Ia juga menyertakan tangkapan layar dari laman lpse.cirebonkab.go.id, yang menunjukkan proyek Belanja Cetak Kartu Ucapan Idul Fitri senilai Rp 102.987.350.
Proyek ini tercatat dengan tanggal 12 Maret 2025, dan perusahaan pemenang tender adalah Rahayu Sejahtera Jaya Bersama.
Unggahan Tochid ini langsung menjadi perbincangan di grup-grup WhatsApp setelah beberapa orang membagikan tangkapan layarnya.
Berbagai komentar muncul, sebagian besar mempertanyakan urgensi anggaran tersebut. Beberapa warganet mendukung kritik Tochid dan mendesak Pemkab Cirebon untuk memberikan penjelasan terkait penggunaan dana tersebut.
Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Cirebon terkait masalah ini.
Namun, polemik ini semakin menarik perhatian publik, khususnya warga Cirebon yang ingin mengetahui kejelasan alokasi anggaran tersebut.
Dalam upaya mengklarifikasi situasi, Kepala Bagian (Kabag) Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Cirebon, Sunanto, belum merespons pertanyaan yang diajukan.
Sementara itu, Kabag Barang dan Jasa (Barjas) Sekretariat Daerah Kabupaten Cirebon, Uus Sudrajat, menjelaskan bahwa pengadaan kartu ucapan tersebut dilakukan melalui sistem Pengadaan Langsung dan harus melalui Sistem Informasi Manajemen Pengadaan Barang Jasa (SIMPBJ).
Ia juga menegaskan bahwa proses pengadaan tersebut dikelola oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan pejabat pengadaan, bukan oleh pihaknya.
“Meskipun melalui pengadaan langsung, tetap harus melalui SIMPBJ. Proses ini dilakukan oleh PPK dan pejabat pengadaan, bukan melalui saya,” ujar Uus.
Warga Cirebon kini menunggu klarifikasi resmi dari pihak Pemkab Cirebon terkait anggaran tersebut, serta apakah memang benar dana sebesar Rp 100 juta digunakan hanya untuk kartu ucapan Idulfitri.












