Cirebontrend.com – INDRAMAYU – Perum BULOG menegaskan komitmennya dalam menjaga kedaulatan pangan dengan turun langsung ke lapangan melalui program Bulog Peduli Petani.
Di tengah ancaman cuaca ekstrem yang membayangi produktivitas, petani di Kabupaten Indramayu kini didorong untuk memiliki “payung hukum” melalui asuransi pertanian.
Pemimpin Wilayah Jawa Barat Perum BULOG, Nurman Susilo, menyatakan bahwa perlindungan terhadap petani adalah harga mati untuk menjaga stabilitas pangan nasional.
”Program Bulog Peduli Petani ini merupakan wujud nyata komitmen kami dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Kami ingin memperkuat perlindungan bagi petani sebagai garda terdepan sektor pertanian,” ujar Nurman saat membuka sosialisasi di Hotel Trisula, Indramayu 29 April 2026.
Kabupaten Indramayu, dengan kontribusi 1,63 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) pada akhir 2025, memang menjadi tumpuan pangan.
Namun, karakteristik geografisnya yang didominasi dataran rendah (96,03%) menyisakan kerentanan tinggi terhadap banjir dan kekeringan.
Nurman Susilo menekankan bahwa kerja keras petani tidak boleh sia-sia hanya karena faktor alam yang tak terduga.
”Melalui sosialisasi asuransi pertanian ini, kami ingin mendorong petani agar semakin memahami pentingnya mitigasi risiko usaha tani. Tujuannya jelas, agar mereka tetap produktif dan berkelanjutan di tengah berbagai tantangan, mulai dari perubahan iklim hingga serangan hama (OPT),” tambahnya.
Dalam kegiatan yang melibatkan 30 petani dan 5 Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) ini, BULOG bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian setempat membedah tuntas mekanisme perlindungan gagal panen.
Para peserta diberikan pemahaman komprehensif, mulai dari tata cara pendaftaran hingga teknis pengajuan klaim yang kerap dianggap rumit. Dengan wawasan ini, petani diharapkan tidak lagi merasa “berjalan sendiri” saat menghadapi gagal panen.
”Kami memberikan edukasi mengenai manfaat asuransi pertanian secara mendalam. Peningkatan wawasan ini diharapkan mampu membuat petani lebih siap menghadapi potensi kerugian, baik karena faktor alam maupun non-alam,” jelas pihak penyelenggara dari Kantor Cabang Indramayu.
Langkah BULOG ini bukan sekadar bantuan sesaat, melainkan bagian dari misi besar Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) 2 yaitu Tanpa Kelaparan.
BULOG menegaskan bahwa peran mereka kini telah melampaui tugas tradisional sebagai penjaga stok pasar.
”BULOG menegaskan komitmennya untuk tidak hanya berperan sebagai stabilisator pangan, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam pemberdayaan petani. Kami ingin mewujudkan sistem pertanian yang tangguh dan meningkatkan kesejahteraan petani di Indonesia,” pungkas Nurman menutup pernyataannya.
Melalui program ini, diharapkan Indramayu tetap kokoh sebagai lumbung pangan nasional yang tidak hanya produktif secara kuantitas, tetapi juga memiliki ekosistem usaha tani yang aman dan terlindungi.
Perkuat Benteng Ketahanan Pangan, BULOG Bekali Petani Indramayu ‘Payung’ Anti Gagal Panen












