Mediatrend.id – INDRAMAYU – Penyaluran Bantuan Pangan (Banpang) berupa beras dan minyak goreng di Desa Jatibarang, Kabupaten Indramayu berlangsung hari Kamis 18 Desember 2025.
Dengan adanya penyaluran Banpang, Cabang Bulog Indramayu, Polres Indramayu, Dinas Ketahanan Pangan, Kejaksaan, hingga Kodim 0616/Indramayu lakukan monitoring kegiatan tersebut.
Pimpinan Cabang Bulog Indramayu, Sri Wahyuni, mengatakan penyaluran bantuan pangan untuk periode Oktober–November 2025 saat ini masih berjalan.
Bulog melakukan monitoring langsung ke lapangan guna memastikan proses distribusi berjalan sesuai ketentuan.
“Proses penyaluran bantuan pangan beras dan minyak goreng di Desa Jatibarang sedang berlangsung. Hari ini kami dari Bulog Cabang Indramayu melakukan monitoring didampingi Polres Indramayu, Dinas Ketahanan Pangan, Kejaksaan, serta Kodim 0616/Indramayu,” kata Sri Wahyuni.
Ia menjelaskan, setiap Penerima Bantuan Pangan (PBP) wajib membawa dokumen identitas diri berupa KTP asli dan Kartu Keluarga (KK) untuk diverifikasi oleh petugas.
Selain itu, penerima juga harus menjalani proses dokumentasi berupa foto sebagai bagian dari mekanisme penyaluran.
“Penerima bantuan harus difoto dan membawa KTP asli serta KK. Setelah diverifikasi oleh petugas Bulog, barulah penerima mengambil bantuan beras dan minyak goreng,” ujarnya.
Dalam penyaluran kali ini, setiap PBP menerima bantuan untuk dua bulan sekaligus, yakni Oktober dan November. Masing-masing penerima memperoleh dua karung beras dengan total berat 20 kilogram serta minyak goreng sebanyak 4 liter.
Sri Wahyuni menambahkan, proses verifikasi data sepenuhnya dilakukan oleh Bulog dengan dibantu petugas desa setempat. Verifikasi mencakup kecocokan data penerima undangan dengan identitas PBP atau perwakilan yang sah
“Karena bantuan ini untuk dua bulan, maka satu penerima mendapatkan dua karung beras masing-masing 10 kilogram dan minyak goreng 4 liter,” jelasnya.
Terkait sempat terhentinya penyaluran akibat pelaksanaan pemilihan kuwu, Sri Wahyuni memastikan hal tersebut tidak menjadi kendala berarti.
Ia optimistis seluruh penyaluran bantuan pangan di wilayah Indramayu dapat diselesaikan sebelum memasuki tahun 2026.
“Memang kemarin sempat dihentikan sementara karena pemilihan kuwu, tapi tidak ada masalah. Kami optimistis penyaluran bantuan pangan ini bisa tuntas sebelum tahun 2026. Saat ini capaian penyaluran sudah hampir 90 persen,” pungkasnya.












