Berita  

Pemkot Cirebon Siapkan Perbaikan Jembatan Lebakngok, Target Akses Warga Segera Normal

Cirebontrend.com – CIREBON – Pemerintah Kota Cirebon mempercepat langkah penanganan kerusakan infrastruktur yang terjadi akibat cuaca ekstrem di wilayah Lebakngok, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti.

Perbaikan jembatan dan akses jalan di kawasan tersebut menjadi prioritas guna memastikan mobilitas warga tetap terjaga.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta perangkat daerah terkait turun langsung meninjau lokasi kerusakan untuk memetakan kondisi lapangan dan menyiapkan langkah penanganan darurat.

Dalam peninjauan tersebut, pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung untuk menentukan metode penanganan teknis yang tepat, mengingat kerusakan jembatan berkaitan langsung dengan kondisi aliran sungai di sekitarnya.

“Kegiatan hari ini saya bersama Kapolres dan Kepala BBWS meninjau jembatan di Lebakngok yang memang sudah terkikis air. Insya Allah Pemerintah Kota dengan dukungan Kapolres dan BBWS akan mulai melakukan pengerjaan pada hari Jumat. Target kami dalam beberapa minggu ke depan, jalan ini sudah bisa kembali normal,” ujar Effendi Edo saat meninjau lokasi, Selasa 24 Februari 2026.

Ia menjelaskan bahwa saat ini akses jalan di sekitar jembatan masih dapat dilalui kendaraan roda dua, namun kendaraan roda empat untuk sementara belum bisa melintas karena kondisi tanah yang belum stabil.

“Untuk saat ini kendaraan roda dua masih bisa lewat, tapi roda empat sementara belum bisa. Kami sudah berdiskusi dengan BBWS untuk memperkuat struktur jalan yang rusak agar nantinya kendaraan roda empat dapat kembali melintas,” katanya.

Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah membuat pemecah arus sekitar 50 meter dari jembatan. Upaya tersebut bertujuan mengurangi tekanan air sungai yang selama ini langsung menghantam tebing dan struktur jalan.

Effendi Edo pun meminta masyarakat untuk bersabar selama proses penanganan berlangsung. Ia memastikan pemerintah akan berupaya semaksimal mungkin agar akses tersebut dapat kembali digunakan secara normal dalam waktu dekat.

Sementara itu, Kepala BBWS Cimanuk-Cisanggarung, Dwi Agus Kuncoro, menjelaskan bahwa tahap awal penanganan akan difokuskan pada normalisasi alur sungai.

Menurutnya, kondisi aliran air yang tidak stabil menjadi salah satu penyebab utama terjadinya kerusakan pada tebing sungai dan struktur jembatan.

“Kami akan meluruskan alur sungai terlebih dahulu dan membuat tanggul darurat agar jika terjadi banjir, air tidak lagi menghantam tebing sungai maupun kaki jembatan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa alat berat akan segera diturunkan untuk mendukung proses pengerjaan, meskipun medan di sekitar lokasi cukup sulit dijangkau.

Selain itu, pihak BBWS juga mempertimbangkan kondisi geologi wilayah tersebut yang didominasi tanah batulempung yang mudah tererosi oleh arus air.

Untuk mengatasi hal tersebut, direncanakan penggunaan teknik riprap atau penataan batu alam guna memperkuat struktur kaki jembatan.

“Normalisasi sungai ditargetkan selesai dalam dua bulan agar arus air lebih stabil. Setelah itu, kami akan melakukan penguatan pada pilar-pilar jembatan agar lebih terlindungi dari erosi,” kata Dwi.

Pemerintah Kota Cirebon berharap langkah kolaboratif antara pemerintah daerah, BBWS, dan unsur Forkopimda dapat mempercepat proses perbaikan.

Dengan demikian, akses transportasi di wilayah Lebakngok dapat kembali berfungsi normal sehingga aktivitas masyarakat dapat berjalan lancar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *