KOMPI Bawa Tiga Karung Koin ke Pendopo Indramayu, Lucky Hakim: Saya Tidak Mau Terima Uang

Anggota KOMPI saat menurunkan tiga karung uang koin di parkiran Pendopo Indramayu. (6/4/2026)

Cirebontrend.com – INDRAMAYU – Bupati Indramayu Lucky Hakim menolak pemberian tiga karung uang koin dari massa petambak yang mendatangi Pendopo Indramayu, Senin (6/4/2026) sore.

‎Uang tersebut sedianya dimaksudkan warga sebagai ganti rugi atas kerusakan fasilitas publik pasca-unjuk rasa ‎pekan lalu.

‎Massa yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Pesisir Indramayu (KOMPI) tiba di depan Pendopo dengan memanggul karung berisi uang receh hasil swadaya.

‎Aksi ini merupakan respons atas kerusakan pot bunga dan tempat sampah di kawasan Alun-alun Indramayu serta Tugu 0 Kilometer saat demonstrasi menolak revitalisasi tambak Pantura, Kamis (2/4) lalu.

‎Perwakilan warga, Haeti, mengakui perusakan tersebut dipicu kekecewaan massa karena tidak berhasil menemui Bupati saat aksi berlangsung.

‎Berdasarkan informasi yang mereka terima, estimasi kerugian fasilitas umum tersebut mencapai Rp100 juta.

“Kami datang ke sini untuk mengganti kerugian. Ini hasil swadaya teman-teman petambak karena kemarin kami sempat emosi dan merusak fasilitas,” ujar Haeti di lokasi.

‎Menanggapi hal tersebut, Bupati Lucky Hakim yang menemui warga menegaskan bahwa dirinya tidak dapat menerima uang tunai tersebut secara informal.

‎Lucky menjelaskan, penerimaan uang dari masyarakat berisiko jeratan hukum bagi pihak eksekutif.

‎”Saya tidak mau menerima uangnya karena itu bisa dianggap gratifikasi. Fasilitas umum ini dibangun menggunakan APBD yang mekanismenya sangat ketat,” tegas Lucky kepada awak media.

‎Alih-alih menerima uang, Lucky menawarkan solusi berupa perbaikan fisik secara mandiri oleh warga.

‎Ia meminta masyarakat yang terlibat dalam perusakan untuk turun langsung mengembalikan kondisi fasilitas publik seperti sedia kala.

“Ganti rugi dalam konteks ini adalah dibenahi, bukan diberikan uang. Jika kerusakan dilakukan oleh masyarakat, maka perbaikan langsung jauh lebih kami hargai daripada tumpukan uang,” tambahnya.

‎Di akhir pertemuan, Lucky mengimbau agar penyampaian aspirasi terkait Proyek Strategis Nasional (PSN) di masa mendatang dilakukan secara tertib tanpa merusak aset daerah.

‎Kelompok warga akhirnya membawa kembali karung-karung koin tersebut setelah mendapat arahan teknis mengenai prosedur perbaikan fasilitas secara mandiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *