Mediatrend.id – INDRAMAYU – Kasus pembunuhan lima orang sekeluarga yang ditemukan terkubur dalam satu lubang di Jalan Siliwangi, Kelurahan Paoman, Kecamatan Indramayu, Jawa Barat, masih menyisakan sejumlah tanda tanya.
Meski dua orang pelaku berinisial R dan P telah ditangkap pada Rabu (3/9/2025) dini hari di Kecamatan Kedokan Bunder, pihak keluarga korban masih terus mencari bukti tambahan untuk mengungkap motif pembunuhan tersebut.
Salah satunya dengan membuka kios sembako milik korban Budi, yang berjarak puluhan meter dari rumahnya. Kuasa hukum keluarga korban, Heri Reang, mengatakan pengecekan kios dilakukan atas permintaan keluarga.
“Tujuannya untuk memastikan apakah barang-barang masih ada atau tidak. Ini juga sebagai penguatan bukti agar polisi bisa mendalami lebih lanjut dan mengungkap motif,” kata Heri kepada MediaTrend. Kamis 11 September 2025.
Dari hasil pengecekan, hanya tersisa beberapa barang kebutuhan pokok seperti minyak goreng, telur, serta dua karung beras. Sementara sejumlah barang lain, seperti gula, tidak ditemukan.
“Kami tidak tahu apakah ada yang mengambil atau hilang, yang jelas setelah dicek hanya tersisa telur, minyak, dan beras,” ujar Heri.
Sementara itu, Zulhervi (55), keluarga korban, menuturkan kios milik Budi terakhir kali terlihat masih buka pada Kamis (28/8). Saat itu, kios masih penuh dengan barang dagangan karena Budi baru selesai berbelanja.
“Sebelum kejadian (Kamis) kiosnya penuh, setelah dibuka lagi ternyata kosong. Tinggal sedikit saja barangnya,” kata Zulhervi.
Temuan kondisi kios yang hampir kosong ini menambah daftar misteri dalam kasus pembunuhan satu keluarga di Indramayu.
Pihak keluarga berharap kepolisian dapat menindaklanjuti temuan ini untuk mengungkap motif di balik peristiwa tragis tersebut.












