Berita  

Kilang Balongan Gelar Latihan Darurat Berskala Besar, Simulasi Kebocoran Pertalite hingga Demo Warga

Simulasi tanggap darurat di lingkungan Kilang Pertamina RU VI Balongan Indramayu. Foto : Panji Asmara/Meditrend.id

Mediatrend.id – INDRAMAYU – Kilang Pertamina Internasional (KPI) RU VI Balongan menggelar Major Exercise Emergency Pertamina (MEEP), sebuah latihan penanganan keadaan darurat skala besar yang melibatkan seluruh fungsi operasional kilang, Kamis 25 November 2025.

‎Latihan ini digelar untuk menguji kesiapsiagaan dan kecepatan respons dari Kilang Pertamina Internasional (KPI) RU VI Balongan saat terjadi insiden kritis.

‎Dalam skenario latihan, terjadi kebocoran tangki berisi Pertalite yang memicu tumpahan dan membentuk vapor cloud hidrokarbon hingga mencapai kawasan permukiman di sekitar kilang.

‎Akibat paparan tersebut, sebanyak 14 warga mengalami gejala keracunan dan harus dievakuasi ke Rumah Sakit Pertamina Balongan.

‎Situasi semakin memanas ketika warga yang panik melakukan aksi demonstrasi dan berujung tindakan anarkis. Kondisi ini mengharuskan keterlibatan TNI dan Polri untuk melakukan pengendalian massa.

‎Usai situasi mereda, warga terdampak di Blok Wisma Jati, Desa Sukaurip, dievakuasi menuju titik kumpul aman di Balai Desa Sukaurip.

Di lokasi ini, Kelompok PETA (Pemuda Tangguh Bencana) yaitu bagian dari program TJSL Kilang Balongan bersama Human Initiative sudah bersiaga membantu penanganan masyarakat. Kilang Balongan juga menyiapkan tim medis dan logistik di area pengungsian.

‎Tak berhenti di situ, skenario berkembang ketika vapor cloud yang berada di jalan raya tersulut panas dari knalpot kendaraan, memicu flash fire dan kebakaran di area tumpahan hingga area tangki.

‎Tim Fire Brigade RU VI Balongan bergerak cepat melakukan pemadaman, diperkuat oleh Fire Brigade Sinergi HSSE Area 5 dan bantuan tambahan dari Kilang Cilacap. Berkat kolaborasi tersebut, api berhasil dipadamkan tanpa menimbulkan korban jiwa.

‎General Manager PT KPI RU VI Balongan, Yulianto Triwibowo, menegaskan bahwa latihan ini penting untuk memastikan kesiapan menghadapi potensi keadaan darurat.

‎“Latihan ini menguji koordinasi, komunikasi, dan kecepatan respons seluruh tim. Kami berharap kemampuan ini terus meningkat, meskipun tentu saja kami berharap insiden serupa tidak terjadi di kondisi sebenarnya,” ujar Yulianto.

‎Sementara itu, Area Manager Communication, Relation & CSR RU VI Balongan, Mohamad Zulkifli, menyebut pelibatan masyarakat menjadi aspek vital dalam upaya mitigasi risiko.

‎“Kami ingin memastikan warga memahami bunyi sirine darurat, jalur evakuasi, serta titik kumpul aman. Sistem sirine di pemukiman menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat,” jelasnya.

‎Latihan MEEP ini menjadi salah satu komitmen Kilang Balongan untuk memperkuat manajemen keselamatan sekaligus membangun kesadaran masyarakat terhadap prosedur darurat di sekitar area operasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *