Guru Madrasah Diniyah Difabel di Indramayu Terima Apresiasi atas Dedikasi Mengajar

Cirebontrend.com – INDRAMAYU – Seorang guru Madrasah Diniyah Takmiliyah Ula (MDTU) Dalilun Ni’mah di Blok Rancakitiran, Desa Kroya, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menerima apresiasi dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Indramayu atas dedikasinya dalam mengajar meski memiliki keterbatasan fisik.

Guru tersebut, Titin Maryatin (35), menerima kunjungan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Indramayu Aghuts Muhaimin bersama Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Ahmad Fadlali pada Rabu (10/6), bertepatan dengan pelaksanaan Penilaian Akhir Tahun (PAT) di madrasah tempatnya mengajar.

“Kami memberikan apresiasi kepada Ibu Titin karena memiliki semangat dan dedikasi yang luar biasa dalam mengabdikan diri di bidang pendidikan keagamaan,” kata Aghuts Muhaimin saat berkunjung ke MDTU Dalilun Ni’mah.

Dalam kegiatan tersebut, rombongan Kemenag juga didampingi pengurus Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Indramayu dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Indramayu.

Titin yang merupakan penyandang disabilitas sejak lahir tetap aktif mengajar santri di lingkungan tempat tinggalnya. Selain mengajar di madrasah diniyah, ia juga memberikan pelajaran privat kepada anak-anak di sekitarnya.

Menurut Titin, profesi guru merupakan cita-citanya sejak kecil. Meskipun hanya menempuh pendidikan formal hingga tingkat sekolah menengah pertama, ia tetap berupaya mengabdikan diri melalui pendidikan keagamaan.

Perjalanan hidupnya tidak selalu mudah. Ia mengaku sempat mengalami masa sulit setelah kehilangan ibu dan suaminya dalam waktu yang berdekatan. Namun, kebiasaan membaca Al Quran membantunya bangkit dan melanjutkan aktivitas mengajar.

“Kegiatan mengajar membuat saya tetap semangat menjalani kehidupan,” ujar Titin.

Sebagai bentuk penghargaan atas pengabdiannya, Kemenag, FKDT, dan BAZNAS Kabupaten Indramayu menyerahkan bantuan berupa uang tunai sebesar Rp3 juta serta sejumlah hadiah lainnya.

Pihak Kemenag menjelaskan bahwa penghargaan diberikan langsung di lingkungan madrasah tempat Titin mengajar sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan ketulusannya dalam mendidik generasi muda.

Sosok Titin sebelumnya mulai dikenal masyarakat setelah kisahnya ditayangkan melalui kanal YouTube SAPTA TV. Profil dan kiprahnya kini juga diperkenalkan melalui berbagai media sosial milik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indramayu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *