Cirebontrend.com – CIREBON – Di tengah meningkatnya kebutuhan distribusi logistik yang cepat dan efisien, layanan angkutan barang berbasis kereta api di wilayah Cirebon terus menunjukkan pertumbuhan positif.
Selama Semester I Tahun 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 3 Cirebon berhasil mengangkut sebanyak 101.918 ton barang, memperkuat peran kereta api sebagai moda transportasi logistik yang andal dan ramah lingkungan.
Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengatakan capaian tersebut mencerminkan semakin tingginya kepercayaan pelanggan terhadap layanan angkutan barang KAI yang menawarkan keunggulan dari sisi keamanan, ketepatan waktu, hingga efisiensi biaya distribusi.
“Kereta api menjadi solusi logistik yang mampu mengangkut barang dalam jumlah besar secara aman, tepat waktu, dan lebih efisien. Selain meningkatkan daya saing logistik nasional, angkutan barang berbasis rel juga mendukung penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui pengurangan emisi karbon dan peralihan distribusi barang dari jalan raya ke moda transportasi yang lebih ramah lingkungan,” ujar Muhib.
Berdasarkan data Semester I Tahun 2026, komoditas semen masih menjadi penyumbang terbesar volume angkutan barang KAI Daop 3 Cirebon.
Adapun rincian volume angkutan barang yang berhasil dilayani meliputi semen sebanyak 93.840 ton, parcel 1.928,5 ton, Barang Hantaran Potongan (BHP) 471,5 ton, serta angkutan barang pendukung prasarana perkeretaapian (KLB) sebesar 5.678 ton.
Dominasi angkutan semen menunjukkan tingginya kebutuhan distribusi material konstruksi yang mengandalkan moda transportasi kereta api.
Selain mampu mengangkut dalam jumlah besar, kereta api juga dinilai lebih efektif dalam menjaga kelancaran rantai pasok dibandingkan transportasi darat berbasis jalan raya.
Muhib menjelaskan, ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai menjadi faktor penting dalam menjaga keandalan layanan logistik berbasis rel.
Dengan dukungan tersebut, proses distribusi barang dapat berlangsung secara aman, tepat waktu, dan berkelanjutan.
“Pencapaian ini menjadi bukti bahwa layanan angkutan barang KAI semakin dipercaya oleh pelanggan. Ke depan kami akan terus meningkatkan kualitas layanan, memperkuat konektivitas logistik, serta menghadirkan layanan yang semakin andal dan kompetitif guna memenuhi kebutuhan distribusi barang di berbagai sektor,” katanya.
Selain mendukung kebutuhan industri dan perdagangan, penggunaan kereta api untuk distribusi barang juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi lingkungan dan infrastruktur transportasi nasional.
Peralihan distribusi barang dari truk ke kereta api dinilai mampu mengurangi ketergantungan terhadap angkutan jalan raya, menekan potensi kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL), serta mengurangi kemacetan dan emisi gas rumah kaca.
KAI Daop 3 Cirebon juga terus membuka peluang kerja sama dengan berbagai pelaku usaha, industri, maupun perusahaan logistik yang membutuhkan layanan distribusi berbasis rel.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendukung terciptanya sistem logistik nasional yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Untuk kebutuhan pengiriman barang, pelanggan dapat mengakses layanan KAI melalui Kantor Angkutan Barang Daop 3 Cirebon di Jalan Kartini No. 22, Kota Cirebon, maupun melalui kanal digital yang telah disediakan perusahaan.
“Melalui layanan angkutan barang berbasis rel, KAI berkomitmen mendukung agenda pemerintah dalam mewujudkan sistem logistik yang lebih efisien, aman, dan rendah emisi. Semakin banyak distribusi barang beralih ke kereta api, semakin besar pula kontribusi terhadap terciptanya transportasi yang berkelanjutan,” tutup Muhib.












